25 Tempat Wisata Terbaik dan Populer di Gowa

Sunday, July 30th, 2017 - Sulsel

25 Tempat Wisata Terbaik dan Populer di Gowa – Sahabat Travellers, pada kesempatan kali ini Berakhir pekan akan share artikel mengenai 25 Tempat Wisata Terbaik yang ada di kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Sebelumnya Telah diulas tempat wisata Maros, Makassar, Pangkep, Barru dan Bulukumba, baiklah langsung saja disimak Destinasi Wisata Terbaik di Kabupaten Gowa Saat ini:

25 Tempat Wisata Terbaik dan Populer di Gowa

 

1.Air Terjun Takapala

Pelangi di Air Terjun Takapala

Mengunjungi air terjun Takapala, Anda akan menemukan sebuah keindahan alam yang begitu sempurna. Air terjun ini diapit oleh tebing-tebing batu yang sebagiannya ditumbuhi rerumputan hijau. Pancaran cahaya pelangi di lokasi air terjun Takapala juga akan menambah rasa kagum Anda tentunya. Air terjun ini berada tak jauh dari perkebunan Teh Malino Highland. Gemuruh airnya terdengar sangat indah. Sebuah spot foto terbaik yang tak jauh di kota Makassar. Bagi Anda yang ingin mandi, Anda dapat mandi di kolam pemandian yang berada tepat berada di bawah air terjun ini. Tapi hati-hati, karena untuk turun ke air terjun ini Anda harus melewati bebatuan yang amat licin. Dan jika musim hujan tiba sebaiknya Anda menghindari mandi di lokasi air terjun ini karena debit air sangat deras.

2.Danau Tanralili

Menikmati akhir pekan Anda, tak ada salahnya jika mengunjungi tempat yang satu ini, Danau Tanralili. Sejuta keindahan alam ditawarkan oleh danau yang terletak di kaki Gunung Bawakaraeng, Malino, Kabupaten Gowa ini. Danau Tanralili kini mulai tak asing di telinga masyarakat. Kabarnya, tak hanya para pendaki saja yang kerap kali mengunjungi Danau Tanralili, bahkan masyarakat biasa yang tidak tergabung dalam komunitas pecinta alam banyak yang tertarik untuk menyaksikan langsung panorama alam di danau ini. Untuk sampai ke Danau Tanralili, jika memulai perjalanan dari Makassar maka rute yang ditempuh adalah ke arah Malino, Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa yang berjarak sekitar 68 kilometer dari Makassar. Jalan menanjak, turun, dan berliku normalnya bisa ditempuh sekitar 2-3 jam. Sampai di Kota Malino, perjalanan dilanjutkan ke Desa Lengkese. Untuk sampai ke desa ini, masih bisa dicapai dengan kendaraan. Desa ini merupakan pemberhentian sebelum para pengunjung menuju Danau Tanralili.

3.Wisata Kebun Gowa

Kebun Gowa adalah salah satu sarana wisata tepat bagi Anda penikmat Agrowisata. Di kebun wisata ini terdapat berbagai jenis buah-buahan seperti mangga, nangka, serta pohon lain seperti cemara. Taman Wisata ini ditata sedemikian rupa sehingga nampak begitu indah. Tanaman hias berjajar rapi dengan kondisi taman cukup bersih. Beragam hal dapat Anda nikmati di tempat wisata ini seperti memancing, berenang, wisata kuliner, bermain ATV, sepeda listrik dan scuter. Tempat wisata ini merupakan salah satu tempat favorit para keluarga menghabiskan waktu libur mereka. Letaknya berada di jalan Poros Malino, Desa Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Hanya berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Makassar. Untuk memasuki lokasi wisara Kebun Gowa ini Anda akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp15.000,- pada hari biasa dan Rp20.000,- pada saat akhir pekan.

4.Air Terjun Banrtimurung II Parangloe

Air Terjun Parangloe adalah salah satu wisata alam terindah di Kabupaten Gowa, yang layak untuk Anda kunjungi saat berlibur ke Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Air terjun bertingkat yang memiliki susunan batu menarik ini terletak di Desa Bori, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan atau berjarak 20 kilometer dari kota Makasar. Air Terjun Parangloe masih sangat alami dan masih jarang dikunjungi oleh para wisatawan.

5.Benteng Somba Opu

Salah satu bangunan bersejarah lainnya adalah keberadaan Benteng Somba Opu. Bangunan peninggalan kesultanan Gowa pada abad ke 16 ini merupakan bangunan indah yang sangat kaya nilai sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Bangunan Benteng Somba Opu sendiri sebenarnya telah terendam oleh ombak pasang dan hancur. Namun, pada tahun 1990 Benteng ini kembali dipugar. Tak hanya benteng, di lokasi ini juga terdapat museum, meriam dan bangunan rumah adat khas bugis. Benteng Sumba Opu merupakan tempat yang amat sayang untuk Anda lewatkan. Di tempat ini Anda dapat mengenal khazanah sejarah Indonesia lebih dalam. Benteng ini terletak di Jalan Daeng Tata, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. Dan jaraknya hanya 7 kilometer dari kota Makassar.

6.Air Terjun Pelangi Jonjo

Jauh di pedalaman Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Air Terjun Pelangi mengalir indah menghipnotis. Di sini aliran air dari tebing bebatuan terjun hingga 10 meter. Aliran air yang jatuh membuat kolam alami yang cukup dalam dan luas. Kira-kira dapat menampung hingga puluhan orang berenang bersama. Air kolamnya memang terlihat menggoda, namun pengunjung harus hati-hati saat berenang. Sebab kedalaman air di dekat air terjun mencapai 6-7 meter. Papan peringatan di sekitar air terjun sengaja dipasang untuk mengingatkan. Tetapi, bukan hanya itu keindahan yang ditawarkan Air Terjun Pelangi. Panorama alam yang masih alami, rimbunan pohon hingga sejuknya udara hanya beberapa diataranya. Nuansa alamnya begitu kental dengan warna hijau. Terdapat tebing-tebing tinggi ditutupi oleh tumbuhan. Ada juga kebun milik warga yang ada disisi air terjun. Lokasi air terjun pelangi berada Desa Jonjo, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa. Hanya ada satu papan informasi menujukan lokasi air terjun. Jika tidak jeli atau malas bertanya, akan sulit menemukannya. Perjalanan menuji Desa Jonjo pun tak kalah memukau. Bila biasanya jembatan dibuat melayang diatas aliran Air, berbeda dengan yang satu ini. Jembatan dibuat menyatu dengan aliran sungai. Hanya ada dua rungga kecil yang dialiran air.

7.Air Terjun Bulan

Air Terjun Bulan merupakan air terjun yang memiliki ketinggian kurang lebih 100 meter. Ait terjun ini terletak di Lingkungan Lembang Bata, Kelurahan Gattarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Saking tingginya, pemandangan derasnya air pada dasar air terjun tersebut hanya menghasilkan gumpalan embun saja. Hal tersebut dikarenakan banyaknya bebatuan yang memecah jatuhan air terjun hingga menjadi embun. Namun untuk menikmati keindahan alam tersebut, harus dibayar dengan jerih payah dalam perjalanan menuju muka air terjun bulan. jalur transportasi yang rumit, dan akses yang bermacam ragam, seperti jalur sungai, jalan setapak, dan mendaki turun perbukitan, telah diketahui juga perjalanan nya benar-benar menyita banyak waktu, yaitu bisa sampai 2-3 jam (tergantung kondisi).

8.Bendungan Kampili

Berkunjung ke bendungan merupakan sebuah aktivitas yang cukup unik dan asyik. Salah satu bendungan yang punya pemandangan super keren di Gowa adalah Bendungan Kampili. Alam yang hijau, air yang jernih dan bebatuan unik serta cantik dapat dijadikan lokasi bersantai dan berfoto yang menarik. Selain itu, di bendungan ini Anda juga dapat melakukan aktivitas memancing yang merupakan salah satu aktivitas yang sangat seru. Bendungan ini terletak di Desa Kampili Kecamatan Pallangga, Gowa. Untuk masuk ke lokasi ini gratis dan pada saat-saat tertentu Anda akan dikenakan biaya parkir. Alam yang hijau dan keunikan Bendungan Kampili membuatnya benar-benar layak untuk Anda kunjungi.

9.Air Terjun Biroro

Air terjun Biroro ini terletak di desa Biroro kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggi Moncong, kabupaten Gowa. Jaraknya sekitar 2 KM dari kota Malino. Jalan menuju ke daerah ini lumayan sulit karena akses jalan yang banyak tanjakan dan turunan serta kondisi jalan yang masih berlubang sehingga mesti hati-hati jika berkendara ke tempat ini. Jarak air terjun dari akses jalan sekitar 200 meter. Kita mesti berjalan kaki untuk menuju lokasi air terjun. Dalam perjalanan itu kita akan disuguhi oleh hamparan persawahan yang luas yang bertingkat-tingkat. Panorama di tempat ini sungguh indah. Setelah itu kita akan menuruni jalan setapak yang berbatu-batu dan melewati jembatan bambu. Disekitar daerah ini tumbuh tinggi subur bambu-bambu dengan ukuran yang cukup besar.

10.Malino Highlands

Salah satu tempat wisata favorit di Gowa adalah berkunjung ke Malino Highlands. Sebuah tempat yang menawarkan pemandangan indah yang amat tak biasa. Dikelilingi pegunungan dan bebukitan hijau serta keindahan perkebunan teh merupakan pemandangan yang sangat menyejukkan mata Anda. Cuaca yang dingin dan kabut yang menyapa di pagi hari terasa indah sembari bersepeda atau berkuda di tempat ini. Bahagia itulah kesan yang didapatkan ketika berkunjung ke perkebunan yang dilengkapi kebun binatang mini ini. Taman bunga, air terjun dan beberapa spot sangat menarik untuk Anda kunjungi di Malino Highlands. Pesona keindahan yang sangat mengagumkan. Untuk memasuki kawasan ini Anda akan dikenakan biaya masuk Rp50.000,- untuk dewasa dan Rp25.000,- untuk anak-anak.

11.Air Terjun Kaloro Larang

Air Terjun Kaloro larang atau diartikan dalam bahasa Indonesia dalah air terjun sungai dalam terletak di tompobo pao Gowa, Air terjun kaloro larang menawarkan panorama nan indah yang membuat liburanakhir pekan anda menjadi berarti.

12.Wisata Kuliner Bendungan Bili-Bili

Salah satu tempat makan yang sangat direkomendasikan adalah di sekitar Bendungan Bili-Bili. Di lokasi bendungan ini terdapat berbagai macam hidangan kuliner yang sangat lezat dengan harga yang terjangkau. Beragam jenis ikan seperti Mulai dari Ikan Patin, Ikan Mas, Ikan Lele, hingga ayam kampung dapat Anda nikmati di tempat ini. Pemandangan yang indah di bendungan ini dijamin akan menambah selera makan Anda. Wisata Kuliner Bendungan Bili-Bili terletak di Desa Bili-Bili, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Berjarak sekitar 30 kilometer dari kota Makassar dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Bagi Anda pecinta kuliner, sayang rasanya untuk melewati tempat ini.

13.Air Terjun Banttimurung Gallang

Lokasi Desa Pao berbatasan langsung dengan dua kabupaten yakni Sinjai dan Bone. Kabupaten Sinjai dapat ditempuh 15 menit dan Kabupaten Bone selama 1 jam. Air terjun yang berada 70 km arah timur Kota Sungguminasa ditempuh dalam waktu 3 jam dengan menggunakan kendaraan bermotor.atau sekitar 80 km arah Timur Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Air terjun ini bernama Bantimurung Gallang. Air terjun Bantimurung Gallang bisa ditempuh dengan menggunakan mobil dan sepeda motor. Ketika Tribunners ini mencapai air terjun ini tak bisa menggunakan kendaraan. Karena berada di kaki gunung, maka persiapkan kaki dan paha untuk menyusuri jalan setapak menukik yang masih berbatu cadas. Pohon pinus mengelilingi air sehingga menyuguhkan pemandangan hijau ditambah dengan hamparan hijau persawahan gunung dan perkebunan sayur.

14.Pemandian Lembah Biru

Ingin menikmati kesegaran air biru dengan pemandangan alam yang menakjubkan. Maka lembah biru Malino adalah pilihan yang tepat. Sengat mentari yang bersinar di pagi yang cerah terasa begitu indah jika Anda berenang di tempat ini. Air yang bersih dan sejuk akan memberikan ketenangan tersendiri bagi Anda. Dikeliling tempat ini Anda akan melihat bebukitan indah. Sangat recomended bagi Anda yang gemar berenang dan penikmat suasana amat santai.

15.Air terjun Lembanna

Air terjun LembannaAir terjun selanjutnya yang bisa kita temui di Malino adalah air terjun Lembanna. Air terjun Lembanna ini juga terletak di lingkungan yang asri dan hijau seperti air terjun kebanyakan. Air terjun ini juga terletak di tengah hutan. bedanya dengan air terjun Parang Bugisi, air terjun Lembanna ini lebih tinggi namun alirannya tidak begitu deras dan tidak akan membahayakan anda. Air tejun Lembanna ini juga mempunyai aliran air yang bercabang menjadi dua sehingga terlihat unik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi air terjun ini dan membuat banyak para wisatawan yang ingin dapat berkunjung ke tempat wisata air terjun lembanna ini.

16.Lembah Ramma

Salah satu spot terindah di Malino adalah Lembah Ramma. Bagi Anda para petualang, tempat ini sangat cocok jadi jalur trekking dan tempat kemah Anda selanjutnya. Berada di lokasi ini Anda akan melihat pemandangan alam yang sangat menyejukkan mata. Bukit-bukit hijau mengelilingi Lembah yang terletak di kaki gunung Bawakaraeng terlihat begitu eksotis. Pilihan alternatif selain mendaki puncak. Bawakaraeng. Untuk melakukan trekking ke lembah ini jangan lupa persiapan bekal dan fisik yang matang.

17.Padivalley Golf Club

Padi valley Golf Club berlokasi di daerah Gowa. Dari Kota Makassar hanya butuh waktu beberapa menit untuk sampai disana. Tempat main golf ini telah memenangkan banyak award bergengsi dan menjadi lapangan golf dengan 18 hole kelas dunia yang pertama dan satu-satunya di Sulawesi Selatan.

18.Air Terjun Ketemu Jodoh

Di daerah pegunungan yang bernama Malino, sebuah air terjun bertengger indah. Tepatnya di Bulutana, Lingkungan Bonto Te’ne. Oleh warga sekitar, air terjun itu diberi nama Air Terjun Ketemu Jodoh. Meski jarak tempuh dari Kota Makassar ke lokasi Air Terjun Ketemu Jodoh terbilang sangat jauh, yakni berkisar 90 km, keindahannya bakal membayar lunas rasa lelah di perjalanan. Karena derasnya, percikan air terjun yang jatuh dari ketinggian itu seakan memberi sensasi pijatan ketika mengenai tubuh. Ada yang unik di balik kisah penamaan Air Terjun Ketemu Jodoh. Menurut seorang pengelola tempat wisata itu, Kuha (67), air terjun tersebut ditemukan oleh bangsawan kampung bernama Karaeng Bulu Takapala pada 1982. Saat berada di air terjun itu, kata Kuha, Karaeng melihat ada seorang lelaki asing yang sedang mengucapkan ikhtiar menghadap air terjun. Lelaki itu rupanya tengah mengadukan nasibnya yang saat itu yang belum menemukan pendamping hidup atau jodoh. Selang sekitar beberapa menit, lelaki itu pun menemukan jodohnya. Perempuan berparas cantik muncul di belakangnya. Mereka pun saling akrab dan akhirnya berujung membangun rumah tangga yang utuh.

19.Balla Lompoa Gowa

Selain wisata alam dan wisata religinya, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) juga terkenal dengan wisata sejarah. Destinasi wisata sejarah tersebut berkaitan dengan Kesultanan Gowa di Sulawesi Selatan. Adalah Museum Balla Lompoa, destinasi wisata sejarah ini rekonstruksi dari Istana Kerajaan Gowa yang didirikan oleh pemerintahan Raja Gowa ke-31 pada tahun 1936. Arsitektur bangunan ini berbentuk rumah khas orang Bugis, yaitu rumah panggung yang terbuat dari kayu ulin atau kayu besi. Museum diibangun di atas lahan seluas satu hektar yang dibatasi oleh pagar tembok yang tinggi. Bangunan ini terdiri dari dua bagian, yaitu ruang utama seluas 60 x 40 meter yang di dalamnya terdapat kamar pribadi raja, tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, bilik kerajaan dengan luas masing-masing bilik berukuran 6 x 5 meter, dan ruang teras (ruang penerima tamu) seluas 40 x 4,5 meter. Bangunan ini banyak dilengkapi jendela yang merupakan cirri khas rumah bugis dengan ukuran masing-masing jendela adalah 0,5 x 0,5 meter. Museum ini merupakan tempat penyimpanan koleksi benda-benda Kerajaan Gowa. Balla Lompoa merupakan rekonstruksi dari istana Kerajaan Gowa yang didirikan pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-31, I Mangngi-mangngi Daeng Matutu, pada tahun 1936. Dalam bahasa Makassar, Balla Lompoa berarti rumah besar atau rumah kebesaran.

20.Makam Syekh Yusuf Tuanta Salamaka

Di tanah Sulawesi selatan, makam Syaikh Yusuf al-Makassari berada di sebuah kompleks. Di dalam kompleks terdapat kubah berukuran 11 x 11 meter. Di dalam kubah tersebut terdapat 11 makam termasuk makam Syaikh Yusuf. Makam-makam lainnya adalah istri dari Sultan Gowa, I Sitti Daeng Nisanga, yang berada di sisi kiri dan Raja Gowa, Sultan Abdul Jalil, yang berperan besar memulangkan jenazah Syekh Yusuf. Sembilan makam  lainnya adalah pengikut ulama besar tersebut yang masing-masing bernama Mappadulung Daeng Mattimung, Karaengta Panaikang, Syekh Abd. Basyir, Tuang Loeta, I Lakiung, Tanri Daeng, Tanri Uleng, Tanri Abang dan Daeng Ritasammeng. Karena bernilai sejarah, makam tersebut kini menjadi cagar budaya yang harus dipeliharan karena dilindungi Undang-undang.

21.Makam Sultan Hasanuddin

Makam Sultan Hasanuddin , obyek wisata sejarah terletak di komplek pemakaman raja-raja Gowa di Katangka Somba Opu Gowa Sulawesi Selatan. Di tempat yang sama dimakamkan pula Sultan Alauddin (Raja yang mengembangkan agama Islam pertama di Kerajaan Gowa) dan disebelah kiri depan komplek makam, terdapat lokasi tempat pelantikan raja Gowa yang bernama Batu Pallantikan. Akses ke kawasan Makam Sultan Hasanuddin sangat dekat dari Kota Makassar ,menggunakan kendaraan darat 30 menit.

22.Makam Arung Pallakka

Makam Arung Palakka di kelurahan sama dengan Makam Sultan Hasanudddin, yaitu di Desa Katanga, Kecamatan Somba Opu, Gowa. Letak makam sekitar 200 m, dari tepi jalan, melewati sebuah jalan mendaki ke atas yang agak sempit yang langsung menuju ke arah makam. Ia lahir pada hari Jumat, 15 September 1635, di sebuah desa yang bernama Lamotto, Mario-ri Wawo, Soppeng. Ayahnya bernama Lapattobune Aru Tana Tengga dan ibunya bernama We Tennisui, yang adalah puteri Raja Bone XII. Arung Palakka meninggal di Bontoala, sebuah desa di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, pada 6 April 1696. Gerbang masuk Makam Arung Palakka terkunci ketika kami tiba. Memenuhi permintaan kami, seorang pria paruh baya melompati pagar makam untuk memberitahu penjaga makam. Beberapa menit kemudian seorang wanita muncul dan tanpa bertanya ia mengurai gembok, membuka pintu pagar, dan mempersilahkan kami masuk ke kompleks makam yang cukup luas itu.

23.Masjid Tua Katangka

Masjid Al-Hilal atau lebih dikenal dengan nama Masjid Katangka adalah salah satu masjid tertua di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Dinamakan Masjid Katangka karena berlokasi di kelurahan Katangka, kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Selain itu, masjid ini disebut Katangka, karena bahan baku dasar dari masjid tersebut diyakini diambil dari pohon Katangka.

24.Gunung Bawakaraeng

Gunung Bawakaraeng berada di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Di lereng gunung ini terdapat wilayah ketinggian, Malino, tempat wisata terkenal di Sulawesi Selatan. Secara ekologis gunung ini memiliki posisi penting karena menjadi sumber penyimpan air untuk Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinjai. Bawakaraeng bagi masyarakat sekitar memiliki arti sendiri. Bawa artinya Mulut, Karaeng artinya Tuhan. Jadi Gunung Bawakaraeng diartikan sebagai Gunung Mulut Tuhan.Penganut sinkretisme di wilayah sekitar gunung ini meyakini Gunung Bawakaraeng sebagai tempat pertemuan para wali. Para penganut keyakinan ini juga menjalankan ibadah haji di puncak Gunung Bawakaraeng setiap musim haji atau bulan Zulhijjah, bersamaan dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Tepat tanggal 10 Zulhijjah, mereka melakukan salat Idul Adha di puncak Gunung Bawakaraeng atau di puncak Gunung Lompobattang.

25.Puncak Kanreapia

Kawasan Kanreapia, khususnya perkebunan Markisa, memiliki pemandangan yang indah dan udara yang sangat sejuk. Tak hanya panorama pegunungan yang jarang ditemui sehari-hari, wiasatawan juga dapat mencicipi buah markisa sebelum diolah menjadi minuman segar. Jika dibandingkan dengan markisa yang dihasilkan di daerah lainnya, markisa yang dihasikan dari desa Kanreapia ini rasanya lebih segar dan bermutu tinggi. Rasanya yang khas membuat markisa asal Kanreapia menjadi primadona. Kawasan Malino ini memang menjadi habitat terbaik tumbuhan markisa dikarenakan udaranya yang sejuk dan kelembapan yang tinggi. kawasan Malino tidak hanya menyuguhkan hamparan kebun markisa saja namun kebun sayur-sayuran juga seperti kol, kentang, sawit, dan sayuran lainnya.[bp]

Tags:

objek wisata parigi kab gowa sulsel ,tempat wisata alam gowa ,tempat wisata di kabupaten gowa
25 Tempat Wisata Terbaik dan Populer di Gowa | Daeng Bolang | 4.5
Leave a Reply
IBX5981A64F736A4