30 Tempat Wisata Jaman Now Di Jogja Yang Lagi Hits Tahun 2018

Sunday, January 7th, 2018 - Jogja

30 Tempat Wisata Jaman Now Di Jogja Yang Lagi Hits Tahun 2018 – Sahabat sekalian pada kesempatan kali ini Berakhir Pekan Akan Share Artikel Mengenai Tempat Wisata Terkini dan Paling Trend Saat Ini Di Jogja. Daerah Istimewa Yogyakarta (Jawa: Dhaérah Istiméwa Ngayogyakarta) adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. Daerah Istimewa Yogyakarta terletak di bagian selatan Pulau Jawa, dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Daerah Istimewa yang memiliki luas 3.185,80 km2 ini terdiri atas satu kotamadya, dan empat kabupaten, yang terbagi lagi menjadi 78 kecamatan, dan 438 desa/kelurahan. Menurut sensus penduduk 2010 memiliki populasi 3.452.390 jiwa dengan proporsi 1.705.404 laki-laki, dan 1.746.986 perempuan, serta memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.084 jiwa per km2. Penyebutan nomenklatur Daerah Istimewa Yogyakarta yang terlalu panjang menimbulkan penyingkatan nomenklatur menjadi DI Yogyakarta atau DIY. Daerah Istimewa Yogyakarta sering dihubungkan dengan Kota Yogyakarta sehingga secara kurang tepat sering disebut dengan Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta. Walau secara geografis merupakan daerah setingkat provinsi terkecil kedua setelah DKI Jakarta, Daerah Istimewa ini terkenal di tingkat nasional, dan internasional, terutama sebagai tempat tujuan wisata andalan setelah Provinsi Bali. Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami beberapa bencana alam besar termasuk bencana gempa bumi pada tanggal 27 Mei 2006, erupsi Gunung Merapi selama Oktober-November 2010, serta erupsi Gunung Kelud, Jawa Timur pada tanggal 13 Februari 2014.

Nah, apabila Anda sedang merencanakan liburan ke Jogja dalam waktu dekat, tak perlu bingung hendak ke mana. Berikut adalah daftar lengkap tempat wisata di Jogja yang tidak boleh dilewatkan, mulai dari wisata sejarah hingga wisata kekinian, berbasis hiburan maupun pengetahuan, untuk anak-anak atau orang dewasa.

 

1.Malioboro

Malioboro adalah salah satu tempat wisata di Jogja yang merupakan favorit para wisatawan. Bahkan, hampir semua orang yang pernah berkunjung ke kota ini pasti pernah menyambangi Malioboro. Tempat ini merupakan sebuah kawasan yang menawarkan beragam daya tarik. Pengunjung bisa berbelanja batik, duduk santai di bangku-bangku yang tersedia di trotoar, atau memanjakan lidah dengan berwisata kuliner. Untuk mencapai Malioboro sangat mudah karena tempat ini berada tepat di jantung Kota Jogja. Banyak transportasi umum yang menghubungkannya dengan wilayah lain. Bahkan, apabila Anda datang dari luar kota dengan kereta api dan turun di Stasiun Tugu, berjalan kaki ke Malioboro sangat memungkinkan karena jaraknya yang cukup dekat. Karena merupakan ruang publik, Anda tidak perlu membayar untuk berkunjung ke Malioboro. Pengunjung hanya perlu membayar biaya retribusi jika datang dengan kendaraan bermotor. Agar nyaman berkunjung ke Malioboro, pilihlah waktu pada sore hari sehingga keindahan dan eksotisme destinasi ini semakin terasa berkesan. Selain itu, Malioboro juga terkenal sebagai tempat berburu oleh-oleh khas Jogja lho.

2.Keraton Yogyakarta

Destinasi selanjutnya yang wajib dikunjungi saat berlibur ke Jogja adalah Keraton. Tempat ini merupakan Istana Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan masih menjadi hunian keluarga kerajaan hingga saat ini. Keraton bisa digolongkan sebagai salah satu situs sejarah yang menyimpan banyak kisah dari masa lampau. Wisatawan bisa mengelilingi area Keraton dengan membayar karcis masuk sebesar Rp7.000 saja. Setiap hari, tempat wisata di Jogja ini dibuka untuk masyarakat umum pada pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB. Lokasinya tepat di Jl. Rotowijayan Blok No.1 Panembahan, Kraton. Pengunjung bisa menggunakan transportasi umum seperti becak atau delman maupun kendaraan pribadi untuk tiba di objek wisata sejarah ini. Saat berkunjung ke Keraton, wisatawan akan disuguhi pemandangan elok khas arsitektur zaman dahulu. Gedung-gedung yang indah dan artistik menjadi latar berfoto yang eksotis. Di dalam Keraton, wisatawan juga bisa melihat-lihat berbagai koleksi warisan dari masa lalu yang dipamerkan di ruang khusus.

3.Taman Sari

Konon, Taman Sari adalah tempat permandian para putri raja pada masa lalu. Tak mengherankan jika bangunan ini terlihat artistik dan menarik meskipun kondisinya sudah mulai usang dimakan waktu. Tempat wisata di Jogja ini juga kerap digunakan sebagai lokasi foto prewedding oleh para pasangan yang sedang mempersiapkan pernikahan. Lokasi Taman Sari berada di Jl. Taman, Kraton, Yogyakarta. Dari Keraton, jaraknya hanya sekitar 1 km saja. Biaya tiket masuk ke dalam Taman Sari hanya sekitar Rp5.000 per orang. Pengunjung bisa datang antara pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB setiap hari. Bagi yang sekadar ingin bersantai di sore hari, Taman Sari juga direkomendasikan.

4. Taman Pintar

Berbeda dengan Taman Sari, Taman Pintar merupakan tempat liburan di Jogja yang tepat bagi anak-anak dan keluarga. Selain berlibur, berkunjung ke Taman Pintar akan menambah wawasan si kecil. Berbagai wahana yang tersedia di dalamnya, seperti wahana teater 3D dan wahana bahari, akan mengajak anak untuk belajar sekaligus bermain. Taman Pintar bisa dikunjungi pada pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB setiap hari. Lokasinya adalah di Jl. Panembahan Senopati No.1-3, tidak terlalu jauh dari Malioboro. Ada banyak moda transportasi yang bisa digunakan untuk mencapai tempat wisata di Jogja ini, mulai dari bus umum, bus Trans Jogja, taksi, delman, becak, atau kendaraan pribadi. Selain bisa mengunjungi wahana-wahana yang tersedia, anak-anak juga bisa melakukan berbagai aktivitas menyenangkan dan bermanfaat di Taman Pintar. Misalnya, belajar membatik. Sungguh menarik, bukan?

  1. Pantai Parangtritis. Objek wisata lain di Jogja yang juga cukup populer di kalangan wisatawan adalah Pantai Parangtritis. Banyak wisatawan yang menyempatkan diri untuk berkunjung ke objek wisata ini ketika sedang berada di Jogja. Apa sih yang menarik dari Pantai Parangtritis? Pada umumnya, daya tarik objek wisata pantai terletak pada pasir putihnya yang membentang. Namun, pasir Pantai Parangtritis justru berwarna hitam. Meskipun demikian, pilihan aktivitas rekreasi yang bisa dilakukan di tempat wisata di Jogja ini cukup banyak dan beragam. Beberapa di antaranya adalah bermain air, mengendarai ATV (All Terrain Vehicle), menyusuri pesisir pantai dengan naik bendi, atau sekadar duduk bersantai menikmati pemandangan indah di sore hari. Bukan hanya itu, pada malam hari, pengunjung juga bisa menikmati suasana pantai yang menakjubkan. Minimnya cahaya akan membuat pemandangan langit di malam hari yang dipenuhi bintang terlihat semakin cantik. Sebagai pelengkap, Anda bisa menikmati kerenyahan jagung bakar sembari menghangatkan badan dengan wedang ronde. Untuk mencapai tempat wisata ini, pengunjung harus menempuh perjalanan sejauh 27 km dari pusat Kota Jogja ke arah selatan. Namun, jangan khawatir karena ada banyak transportasi umum yang melewati rute ini.

  1. Kebun Binatang Gembiraloka. Melihat keragaman aneka satwa, mulai dari gajah, ular, monyet, hingga burung, adalah sesuatu yang menyenangkan, terutama bagi anak-anak. Hal itu bisa diwujudkan dengan berkunjung ke Kebun Binatang Gembiraloka, Yogyakarta. Selain melihat-lihat, pengunjung juga diperbolehkan memberi makan binatang-binatang ini. Bahkan, ada pula kesempatan untuk berfoto secara langsung dengan aneka satwa tersebut. Kebun Binatang Gembiraloka terletak di Jl. Kebun Raya No. 2. Area kebun binatang ini memang cukup luas sehingga bisa menampung puluhan bahkan ratusan jenis satwa. Untuk menuju Gembiraloka, pengunjung bisa memanfaatkan beberapa alat transportasi, termasuk bus. Bagi wisatawan, disarankan untuk datang setelah pukul 08.00 WIB atau sebelum 16.00 WIB. Sebagai biaya masuk, Anda juga harus membayar tiket Rp30.000 per orang. Karena luasnya area wisata, Anda bisa berkeliling menggunakan kereta mini yang disebut Taring. Kereta ini berkeliling di Gembiraloka dan mengangkut para pengunjung dari satu titik ke titik lain. Ada beragam keseruan lain yang bisa dirasakan saat berkunjung ke kebun binatang Gembiraloka, seperti misalnya perahu boat, kapal katamaran, gajah tunggang, perahu senggol, dan sebagainya.

  1. Waduk Sermo. Waduk Sermo adalah salah satu bendungan air yang memiliki luas sekitar 21,3 km persegi. Lokasinya di Desa Hargowilis, Kokap, Kulonprogo, tidak terlalu jauh dari objek wisata Kalibiru. Air dari waduk ini digunakan untuk keperluan irigasi persawahan yang terletak di sekitarnya. Bahkan, penduduk setempat juga menjadikannya sebagai sumber air bersih bagi kebutuhan rumah tangga. Di Waduk Sermo, pengunjung bisa sekadar bersantai di sepanjang tepi bendungan yang ditumbuhi dengan pepohonan yang rindang. Pengunjung juga bisa berjalan kaki, jogging, atau bersepeda menyusuri tepi waduk. Bagi yang ingin merasakan pengalaman yang berbeda, tersedia fasilitas perahu mesin sederhana yang bisa mengantarkan Anda mengelilingi waduk sambil merasakan indahnya perpaduan ciptaan Tuhan dan manusia.

  1. Pantai Timang. Tak salah jika Gunungkidul adalah surganya pantai. Di ujung tenggara Daerah Istimewa Yogyakarta ini terdapat deretan pantai yang menggoda untuk dijamah. Setiap pantai pun memiliki karakteristik masing masing. Di pantai Indrayanti misalnya, kamu bisa bebas bermain pasir putih dan berenang. Apalagi fasiltias di pantai indrayanti yang sangat lengkap. Namun jika kamu ingin cari wisata pantai yang anti mainstream, bergeserlah ke timur yakni di pantai timang. Bukan pantai pasir putihnya yang menggoda melainkan jembatan gantung dan kereta gantung yang akan menggetarkan jantungmu. Adrenalinmu akan dipacu saat naik gondola atau kereta gantung dari bibir pantai menuju ke batu karang di tengah laut. Pantai timang memang cukup ikonik dengan batu karang besar yang biasa disinggahi para nelayan untuk menangkap lopster. Awalnya kereta gantung hanya digunakan para nelayan untuk menyebrang ke batu karang. Mereka mempertaruhkan nyawanya untuk mencari nafkah dengan menangkap lobster. Lama kelamaan keberadaan kereta gantung inipun mulai dikenal luas. Tak sedikit para wisatawan yang ingin mencoba menyebrang ke batu karang dengan naik kereta gantung di pantai timang ini. Akhirnya tercetuslah ide untuk membuka wisata di pantai timang dengan fasilitas gondola atau kereta gantung. Bagi yang ingin mencobanya, siapkan dulu budgetmu. Pasalnya meskipun tiket masuk ke pantai timang ini terjangkau, biaya naik kereta gantung di pantai timang relatif mahal. Kendati biaya naik gondola tersebut sedikit menguras kantong, namun ternyata tak menyurutkan para wisatawan untuk mencobanya. Kini setelah cukup sukses dengan kereta gantung tersebut, pantai timang pun kembali dipoles dengan menghadirkan fasilitas baru berupa jembatan gantung. Bagi yang ingin menyebrang melalui jembatan tersebut juga akan dikenakan biaya. Jembatan ini membentang sejauh 200 meter dari bibir pantai menuju batu karang. deburan ombak dan angin laut yang cukup kencang akan menjadi tantangan para pengunjung saat melintasi jembatan. Namanya jembatan gantung pasti akan geal geol ketika tertiup angin kencang.

  1. Taman Pelangi. Apakah Anda pernah berkunjung ke Taman Pelangi yang berada di dalam area Monumen Jogja Kembali? Bukan, tempat ini bukanlah arena untuk melihat pelangi yang biasanya terbentuk di langit. Taman Pelangi adalah tempat wisata di Jogja yang terdiri atas berbagai hiasan lampion dengan lampu berwarna-warni. Oleh karena itu, tempat ini sangat ideal untuk dikunjungi pada malam hari. Objek wisata Taman Pelangi tepat dijadikan sebagai tempat bersantai untuk seluruh anggota keluarga. Pengunjung bisa masuk ke dalam objek wisata ini dengan melalui Jalan Ring Road Utara, yaitu setelah perempatan Jalan Kaliurang. Selain menggunakan kendaraan pribadi, Anda juga bisa memanfaatkan kendaraan umum karena akses transportasi ke tempat ini cukup mudah.

  1. Pantai Nglambor. Salah satu dari belasan pantai yang terdapat di pesisir selatan Gunungkidul adalah Pantai Nglambor. Berbeda dengan pantai-pantai lainnya, Pantai Nglambor menyajikan keindahan alam bawah laut yang dihuni oleh beragam biota laut yang mempesona. Pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan berbagai jenis ikan yang sangat cantik. Air laut di Pantai Nglambor pun sangat jernih sehingga penyelam bisa melihat dengan jelas makhluk-makhluk bawah laut yang indah ini. Kelebihan lain dari Pantai Nglambor adalah suasananya yang masih alami serta pantainya yang berpasir putih.

  1. Gumuk Pasir Parangkusumo. Gumuk Pasir Parangkusumo adalah salah satu objek wisata unik yang terdapat di Jogja. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Pantai Parangtritis. Gumuk atau tumpukan pasir ini terbentuk dari pasir yang berasal dari abu vulkanik yang merupakan hasil letusan Gunung Merapi. Aktivitas yang lazim terlihat di Gumuk Pasir Parangkusumo adalah sandboarding. Ini adalah semacam olahraga seperti skateboarding, hanya saja dengan menggunakan alat khusus dan dilakukan di atas pasir. Tersedia pula penyewaan alat sehingga Anda hanya perlu datang dan menikmati keseruan ber-sandboarding di tempat wisata di Jogja yang unik ini. Gumuk Pasir juga sering dimanfaatkan sebagai tempat untuk berfoto prewedding bagi pasangan yang sedang mempersiapkan pernikahan. Suasana yang eksotis dan menarik membuat Gumuk Pasir menjadi magnet bagi para wisatawan.

  1. Bukit Bintang. Bukit Bintang adalah lokasi wisata favorit anak-anak muda di Jogja. Letaknya di daerah Piyungan atau di Jl. Wonosari. Ini adalah sebuah area di pinggir tebing yang dilengkapi dengan bangunan-bangunan sederhana, tetapi kokoh. Di sini, pengunjung bisa melihat keindahan Kota Jogja dari ketinggian. Waktu yang tepat untuk berkunjung ke Bukit Bintang adalah pada sore hari. Pengunjung akan disuguhi panorama cantik dari matahari yang sedang terbenam. Selanjutnya, ketika malam tiba, lampu-lampu kendaraan dan bangunan di kejauhan akan terlihat berkelip-kelip seperti kunang-kunang yang berjumlah ribuan. Di Bukit Bintang, Anda bisa sekaligus dinner romantis bersama pasangan. Pilihan menunya sederhana, yaitu teh hangat dan jagung bakar yang nikmat. Keduanya akan sempurna menemani waktu bersantai Anda di malam hari.

  1. Tebing Breksi. Tebing Breksi termasuk jenis objek wisata yang terbentuk karena aktivitas manusia. Konon, pada 1980-an, ada aktivitas penambangan batu kapur breksi yang dilakukan oleh warga setempat di Dusun Groyokan, Kelurahan Sambirejo, Prambanan. Oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Mei 2015, tempat ini diresmikan sebagai cagar budaya. Menariknya, pengunjung bisa menikmati berbagai pahatan para seniman lokal di Tebing Breksi. Ada bermacam-macam gambar yang terpahat, contohnya wayang. Karena tampilannya yang unik tersebut, Tebing Breksi pun sering dimanfaatkan sebagai lokasi foto prewedding atau selfie. Selain bisa menikmati karya seni yang unik, pengunjung juga bisa melihat pemandangan yang mempesona dari puncak tebing, termasuk panorama Candi Ijo dan Candi Ratu Boko. Bahkan, pada bagian dasar terdapat sebuah amphitheatre yang disebut Tlatar Seneng dan berfungsi sebagai tempat pertunjukan. Tempat wisata ini sangat cocok dikunjungi pada sore hari karena cuaca lebih bersahabat.

  1. Candi Ijo. Ada banyak objek wisata yang berupa candi di Jogja di sekitarnya seperti misalnya Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Namun, candi yang satu ini sangat berbeda, khususnya karena letaknya. Candi ini terletak sekitar 410 m dari permukaan laut, yaitu di sebuah bukit bernama Gumuk Ijo atau Bukit Hijau. Di kompleks candi ini, ada sekitar 17 struktur dan terbagi dalam 11 teras yang berbentuk undakan. Konon, candi ini dibangun pada abad ke-9. Selain bisa menikmati keindahan bangunan candi, pengunjung juga bisa melihat panorama alam sekitar dari ketinggian. Dari lokasi ini, Anda bisa melihat langsung proses landing atau take off pesawat di Bandara Adi Sutjipto. Bukan hanya karena lokasinya, kemegahan Candi Ijo juga menjadi daya tarik bagi para penikmat sejarah masa lampau.

  1. Museum Affandi. Objek wisata selanjutnya yang bisa dikunjungi di Jogja adalah Museum Affandi. Terletak di Jl. Laksda Adisucipto 167, Museum Affandi menyimpan koleksi lukisan pelukis Affandi semasa ia hidup dan aktif berkarya. Bukan hanya lukisannya, terdapat juga beberapa karya pelukis lain di museum ini. Jika dihitung, ada sekitar 300 benda seni yang ada di Museum Affandi. Ada juga berbagai benda dan koleksi foto yang menggambarkan perjalanan hidup sang pelukis. Bagi Anda yang gemar melukis, jangan lewatkan tempat wisata di Jogja yang satu ini. Akses transportasi terbilang sangat mudah karena Jl. Laksda Adisucipto termasuk salah satu jalan utama di Jogja. Nah, untuk masuk ke dalam museum, pengunjung perlu membayar tiket masuk seharga Rp20.000 per orang. Jam operasional museum adalah dari pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB setiap hari. Sayangnya, pada hari libur nasional, museum ini tidak dibuka untuk umum.

  1. Alun-Alun Kidul. Pada siang hari, tempat ini tidak tampak begitu menarik. Hanya ada tanah lapang yang luas dengan 2 pohon beringin yang sangat besar tumbuh di tengahnya. Namun, keramaian akan mulai terlihat menjelang sore. Sepeda tandem dan becak hias memadati jalanan yang melingkari Alun-alun Kidul. Di tempat ini terkenal sebuah tradisi setempat yang disebut “masangin”. Ini adalah prosesi berjalan lurus melewati dua pohon beringin dengan mata tertutup. Biasanya, para pengunjung yang mencoba prosesi ini tidak banyak yang berhasil dan justru melenceng ke kiri atau ke kanan. Selain itu, Anda juga bisa menikmati suasana sore hingga malam sambil menikmati wedang ronde atau jagung bakar. Nyanyian merdu para pengamen akan semakin menyempurnakan pengalaman berkunjung ke Jogja kali ini.

  1. Museum Ullen Sentalu. Museum Ullen Sentalu adalah salah satu museum kebanggaan warga Jogja karena pernah dinobatkan sebagai museum terbaik di Indonesia. Di dalam museum ini, pengunjung akan diajak untuk melacak sejarah dan kekayaan tradisi serta budaya Indonesia melalui beragam koleksi yang ada di dalamnya. Museum ini terletak di Jl. Boyong Km 25 Kaliurang Barat.Untuk mencapainya, paculah kendaraan Anda dari Gerbang Kaliurang sejauh 2 km. Setelah tiba di pertigaan Patung Udang, ambilah jalur ke utara lalu ke kanan. Ada baiknya, Anda menggunakan kendaraan pribadi supaya lebih fleksibel untuk mencapai lokasi. Museum Ullen Sentalu dibuka untuk umum setiap hari, yaitu pada pukul 09.00 WIB dan sebelum 16.00 WIB. Untuk tiket masuk, pengunjung perlu membayar Rp25.000 per orang. Dengan harga ini, kita sudah bisa melihat-lihat berbagai koleksi kain batik, surat, alat musik tradisional, hingga lukisan yang bernilai sejarah tinggi. Uniknya, di dalam museum ini pengunjung tidak diperbolehkan membawa atau menggunakan kamera. Para pengunjung dilarang untuk memotret isi di dalam Museum Ullen Sentalu.

  1. Tlogo Putri Kaliurang. Saat berlibur ke Jogja, apakah Anda pernah berkunjung ke Kaliurang? Kawasan ini terletak tepat di lereng Gunung Merapi. Untuk tiba di sana, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit berkendara dari pusat kota. Nah, salah satu objek wisata yang layak untuk dikunjungi di Kaliurang adalah Tlogo Putri, Kaliurang. Tempat wisata di Jogja ini memang tidak terlalu besar. Letaknya tepat di kawasan Terminal Kaliurang. Salah satu hal yang ditawarkannya adalah pemandangan alam yang hijau dengan bukit-bukit yang tegak menjulang menyembul di baliknya. Hawa yang segar pun masih bisa dinikmati tatkala kita berkunjung ke tempat wisata di Jogja ini. Selain itu, ada pula bendungan kecil yang tepinya sungguh asyik dijadikan sebagai tempat untuk nongkrong. Sambil menikmati teh nasgitel dan jadah tempe, Anda bisa berwisata sembari bercengkerama bersama keluarga atau teman. Di sini, tersedia pula kuliner khas penduduk Kaliurang yaitu sate kelinci. Untuk masuk ke kawasan wisata Kaliurang, pengunjung hanya perlu membayar Rp3.000 per orang. Apabila tidak terburu-buru, Anda bisa menginap selama satu hingga dua hari di daerah ini. Jangan khawatir, ada banyak pilihan tempat menginap yang terekomendasi dan harganya terjangkau.

  1. Jogja Bay Adventures Waterpark. Jogja Bay Adventures Waterpark terletak di Jl. Stadion Maguwoharjo, Depok. Lokasinya cukup jauh dari jalan utama sehingga disarankan bagi pengunjung untuk menggunakan kendaraan pribadi. Untuk mencapainya, Anda bisa masuk melalui Ring Road Utara, baik dari arah Condongcatur, maupun Maguwoharjo. Tempat wisata di Jogja yang relatif baru ini menawarkan beragam permainan air yang cukup menantang. Ada berbagai wahana permainan air yang tersedia, baik yang ditujukan untuk orang dewasa maupun untuk anak-anak. Oleh karena itu, tempat wisata di Jogja ini sangat cocok menjadi tempat berlibur anggota keluarga pada akhir pekan. Untuk menikmati berbagai keseruan yang ada di waterpark yang paling megah di Jogja ini, Anda perlu membayar tiket masuk Rp90.000 pada hari biasa dan Rp100.000 pada akhir pekan. Sementara itu, tiket masuk untuk anak-anak harganya adalah Rp60.000-Rp75.000.

  1. Desa Wisata Kalibiru. Desa Wisata Kalibiru merupakan salah satu tempat wisata di Jogja yang sedang fenomenal di kalangan anak muda belakangan ini. Letaknya di Jl. Waduk Sermo, Kalibiru, Kulonprogo. Tempat wisata ini menjadi perbincangan karena sebuah pemandangan indah yang pernah terekam melalui salah satu kamera pengunjung dan di-posting di Instagram. Di Kalibiru, pengunjung memang bisa berpose di atas sebuah pohon pinus yang tinggi. Indahnya warna hijau pepohonan di lereng bukit menjadi latar belakang yang sangat alami. Untuk memasuki area wisata ini, Anda harus membayar Rp10.000 per orang. Biaya ini belum termasuk biaya parkir dan biaya foto. Kalibiru mulai dibuka untuk umum pada jam 06.00 WIB hingga 17.00 WIB setiap hari.

 

  1. Kebun Buah Mangunan. Tempat wisata ini berada di daerah Mangunan, Dlingo, Bantul. Untuk mencapainya, pengunjung perlu menempuh jarak sekitar 35 km dari pusat kota atau kurang lebih 1 hingga 1,5 jam perjalanan. Meskipun demikian, kelelahan selama perjalanan akan terbayar ketika sudah tiba di lokasi wisata. Bagian yang paling menarik dari Kebun Buah Mangunan adalah pemandangan alam yang sangat cantik dilihat dari ketinggian, yaitu kurang lebih 150–200 mdpl. Selain itu, pengunjung akan disuguhi dengan keindahan pesona Sungai Oyo yang mengalir berkelok-kelok. Pada musim tertentu, pengunjung juga bisa menikmati buah-buahan yang bisa dipetik sendiri, seperti jambu, jeruk, dan mangga. Ada pula area untuk outbond, berkemah, bahkan memancing, yang tersedia di kawasan wisata alam ini. Untuk menikmati semua fasilitas itu, pengunjung hanya dikenakan biaya masuk sebesar Rp5.000 per orang. Tempat wisata di Jogja ini akan lebih berkesan jika dikunjungi pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB atau sore hari pada pukul 17.00 WIB.

  1. Puncak Becici. Lokasi lain yang sangat ideal untuk melihat Jogja dari ketinggian adalah Puncak Becici. Tempat wisata ini pun menjadi salah satu tempat favorit para wisatawan yang ingin merasakan pengalaman petualangan yang berbeda. Puncak Becici berada di Dusun Gunung Cilik, Desa Gunung Mutuk, Dlingo, Bantul. Untuk mencapai tempat wisata di Jogja ini, pengunjung bisa melewati Jalan Imogiri Timur, lalu menuju arah Kebun Buah Mangunan dan Hutan Pinus Mangunan. Petunjuk arah akan mengarahkan pengunjung pada sebuah kawasan wisata yang sarat dengan pohon-pohon pinus seperti di Bogor. Setelah berjalan sekitar 15 menit, Anda akan tiba di Puncak Becici. Dari Puncak Becici, terlihat pemandangan alam yang sangat menakjubkan. Petak-petak sawah, Gunung Merapi dan Sindoro, serta langit yang biru, menjadi hiasan yang sangat sulit digambarkan dengan kata-kata. Tempat wisata di Jogja yang satu ini memang belum terlalu ramai dan fasilitas yang tersedia juga masih terbatas dan terkesan sederhana. Namun, dengan segala keindahan yang terpampang di depan mata, hal tersebut tampaknya bukan sebuah masalah besar.

 

  1. Hutan Pinus Mangunan. Tempat wisata lain yang juga sempat menjadi perbincangan adalah Hutan Pinus Mangunan. Lokasinya berada sekitar 23 km dari pusat kota. Pengunjung bisa tiba di sana dengan menyusuri jalan Imogiri Timur dan mencari Desa Mangunan, Dlingo. Apa yang menarik dari tempat wisata di Jogja ini? Seperti namanya, di Hutan Pinus Mangunan ini terdapat deretan pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi hingga menutupi seluruh kawasan. Suasana alam yang segar dan teduh semakin membuat pengalaman memasuki hutan menjadi lebih menyenangkan sekaligus menantang. Di sini bahkan terdapat sebuah panggung terbuka yang materialnya secara keseluruhan terbuat dari kayu. Ada pula tempat duduk melingkar yang terbuat dari batang pohon. Di panggung unik ini, sering diadakan acara sastra, teater, dan pertunjukan musik. Waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke Hutan Pinus Mangunan adalah pada pagi hari sekitar 06.00 WIB hingga 10.00 WIB atau sore hari pada 15.00 WIB hingga 18.00 WIB. Biaya masuk tidak ada, Anda hanya perlu membayar parkir sebesar Rp3.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil. Selain itu, Anda diperbolehkan memotret sepuasnya.
  1. Air Terjun Sri Gethuk. Bagi yang senang dengan pemandangan alam yang natural dipadu dengan kesegaran air yang masih jernih, berkunjung ke Air Terjun Sri Gethuk adalah pilihan yang tepat. Ini adalah salah satu air terjun yang berada di Desa Bleberan, Playen, Gunungkidul. Letaknya sekitar 40 km dari pusat kota Jogja. Ada dua pilihan rute bagi pengunjung yang ingin menuju Air Terjun Sri Gethuk. Pertama, menyusuri jalan yang berdampingan dengan sawah-sawah dan deretan pohon kelapa. Pilihan kedua adalah melewati Sungai Oyo dengan rakit sederhana bertenaga mesin. Selama perjalanan singkat ini, pengunjung akan dimanjakan dengan nuansa alami yang dari pemandangan di sekitar sungai. Air terjun mengalir di antara tebing-tebing karst. Ukurannya memang tidak terlalu tinggi. Namun, hal menarik yang terlihat jelas adalah warna bebatuan yang tersusun sangat cantik. Selain itu, pengunjung juga bisa merasakan pijatan alami dari air yang mengalir. Selain menyegarkan, ternyata berkunjung ke Air Terjun Sri Gethuk juga menyehatkan. Aktivitas lain yang bisa dilakukan adalah berenang. Kedalaman Sungai Oyo di sekitar air terjun adalah sekitar 10 m. Bagi yang tidak ahli berenang, tersedia pelampung. Untuk mengakses tempat wisata alam di Jogja ini, Anda hanya perlu membayar Rp5.000 per orang. Sementara itu, sewa perahu adalah Rp10.000 per orang.
  1. Gunung Api Purba Nglanggeran. Objek wisata yang unik dan eksotis ini berada di wilayah Desa Nglanggeran, Pathuk, Gunungkidul. Jaraknya dari pusat kota adalah sekitar 25 km. Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan kawasan yang memiliki bentang alam yang sangat indah. Menurut penelitian, gunung ini adalah gunung purba yang terbentuk karena magma yang membeku sekitar 60 juta tahun yang lalu. Dari ketinggian, pengunjung bisa menikmati keindahan matahari terbit maupun terbenam. Pemandangan alam mempesona yang membentang luas menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk datang ke tempat wisata di Jogja ini. Untuk masuk ke area ini, tiket masuk dipatok Rp7.000 pada pagi hari dan Rp9.000 pada malam hari. Ya, jika ingin bermalam di tempat ini, tersedia pula penginapan-penginapan sederhana. Lokasi ini juga bisa dijadikan sebagai tempat untuk berkemah, melakukan panjat tebing, atau sekadar merasakan suasana alam yang berbeda. Ada 3 gardu pandang yang tersedia, mulai dari yang rendah, sedang, dan tinggi di sepanjang jalan menuju puncak gunung. Puncak yang dikenal dengan nama Gunung Gede bisa dicapai dengan perjalanan yang cukup menantang selama 1 jam. Sepanjang jalan, akan terlihat bongkahan-bongkahan batu yang sangat besar. Jangan khawatir, tersedia tali dan tangga untuk membantu kita tiba dengan selamat sampai di puncak.
  1. Gua Pindul. Gua Pindul adalah salah satu kawasan wisata di Gunungkidul yang menawarkan keunikan tersendiri. Gua ini memiliki panjang 300 meter dan terdapat stalaktit yang sangat besar di dalamnya. Konon, stalaktit ini merupakan salah satu yang paling besar di dunia. Pada bagian dasar gua, ada air yang mengalir sehingga pengunjung harus menggunakan ban dan alat pengaman selama menyusuri gua. Berkunjung ke Gua Pindul sangat menyenangkan dan menantang, khususnya bagi para pecinta wisata petualangan. Oleh karana itu, perjalanan selama hampir 30 menit ini tidak akan terasa lama. Di dalam gua juga hidup banyak kelelawar yang menggantung di antara stalaktit-stalaktit. Dalam kegelapan, pemandu akan membantu Anda untuk melihat menggunakan bantuan senter. Untuk merasakan pengalaman seru ini, Anda hanya perlu membayar Rp30.000 per orang. Biaya ini sudah mencakup ban, jaket pelindung, dan pemandu selama berada di dalam Gua Pindul. Oh, ya, jangan lupa untuk mengabadikan perjalanan wisata menarik ini dengan paket foto yang tersedia.

  1. Bunker Kaliadem. Keberadaan Gunung Merapi dengan fenomena vulkaniknya, morfologi gunung dan lembahnya, hutan alam dengan keanekaragaman flora dan fauna serta kondisi sosial budaya yang unik merupakan potensi yang sangat besar untuk kegiatan wisata alam. Kali Adem pasca meletusnya Gunung Merapi adalah bunker maut yang terletak di daerah Bebeng. Menurut para pemandu disini, hawa panas di dalam bunker belum sepenuhnya hilang. Pemandangan disana yang dipenuhi dengan warna hitam, putih, coklat, dan abu-abu. Dedaunan dan pepohonan di sekitar tempat itu kering dan hangus, merupakan salah satu bukti betapa panasnya material yang menghancurkan kawasan tersebut. Tetapi setelah lebih dari sebulan, rumput tampak telah mulai tumbuh kembali. Hijaunya rumput cukup memberi harapan di tengah rimbunnya pepohonan kering. Daerah wisata yang kemudian dikenal dengan wisata lava ini akan dibuka untuk 3 bulan, paling tidak sebelum musim hujan mulai. Karena turunnya hujan bisa saja membawa dampak lain bagi kawasan ini.

  1. Benteng Vredeburg. Museum Benteng adalah sebuah benteng yang terletak di depan Gedung Agung dan Kraton Kesultanan Yogyakarta. Sekarang, benteng ini menjadi sebuah museum. Di sejumlah bangunan di dalam benteng ini terdapat diorama mengenai sejarah Indonesia. Benteng ini dibangun sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan residen Belanda kala itu, dengan dikelilingi oleh sebuah parit (jagang) yang sebagian bekas-bekasnya telah direkonstruksi dan dapat dilihat hingga sekarang. Benteng berbentuk persegi ini mempunyai menara pantau (bastion) di keempat sudutnya. Benteng Vredeburg Yogyakarta berdiri terkait erat dengan lahirnya Kasultanan Yogyakarta. Perjanjian Giyanti 13 Februari 1755 yang berrhasil menyelesaikan perseteruan antara Susuhunan Pakubuwono III dengan Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwono I kelak) adalah merupakan hasil politik Belanda yang selalu ingin ikut campur urusan dalam negeri raja-raja Jawa waktu itu. Melihat kemajuan yang sangat pesat akan kraton yang didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I, rasa kekhawatiran pihak Belanda mulai muncul. Pihak Belanda mengusulkan kepada sultan agar diizinkan membangun sebuah benteng di dekat kraton. Pembangunan tersebut dengan dalih agar Belanda dapat menjaga keamanan kraton dan sekitarnya. Akan tetapi dibalik dalih tersebut maksud Belanda yang sesungguhnya adalah untuk memudahkan dalam mengontrol segala perkembangan yang terjadi di dalam kraton. Letak benteng yang hanya satu jarak tembak meriam dari kraton dan lokasinya yang menghadap ke jalan utama menuju kraton menjadi indikasi bahwa fungsi benteng dapat dimanfaatkan sebagai benteng strategi, intimidasi, penyerangan dan blokade. Dapat dikatakan bahwa berdirinya benteng tersebut dimaksudkan untuk berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu Sultan memalingkan muka memusuhi Belanda. Besarnya kekuatan yang tersembunyi dibalik kontrak politik yang dilahirkan dalam setiap perjanjian dengan pihak Belanda seakan-akan menjadi kekuatan yang sulit dilawan oleh setiap pemimpin pribumi pada masa kolonial Belanda. Dalam hal ini termasuk pula Sri Sultan Hamengku Buwono I. Oleh karena itu permohonan izin Belanda untuk membangun benteng dikabulkan.

  1. Situs Batu Alien. Kampung yang terletak di samping Kali Gendol, kali utama yang bersumber dari Gunung Merapi, menjadi saksi bisu keganasan lahar merapi tersebut.  Saat menyusuri kawasan ini, seakan mejadi kampung mati. Sebab, rumah di sebelah jalanan kampung kini tak dihuni lagi. Semua runtuh tersapu dan tertimbun dengan material hasil erupsi Merapi. Namun, ada keberkahan yang mengiringi erupsi yang menyapu 150 kepala keluarga di kampung Jambu tersebut. Salah satu yang menarik dari penanda dahsyatnya erupsi pada 5 November 2010 lalu adalah munculnya bongkahan batu besar yang disebut warga sekitar dengan ‘batu alien’.  Mendengar sebutan batu itu, tak salah pertama kali langsung menarik pendengaran. Ya batu aneh sudah pastinya. Batu besar itu terletak di tak jauh dari bibir jurang Kali Gendol.  “Batu alien ini memiliki wajah manusia, memang harus difoto agar bisa melihat ‘penampakan’ wajah dengan jelas.  Memang tampak sekilas batu itu tak ada yang unik. Hanya bongkahan batu besar di sebuah ketinggian. Namun, saat kami menuruti saran pemandu tersebut, dan mengeceknya, maka memang batu itu terlihat seakan memiliki mata, telinga dan mulut. Dari sisi kanan, maka penampakan wajah akan terlihat setelah melihat hasil foto kamera digital ataupun ponsel dengan seksama. Slamet mengatakan memang awalnya tak diketahui adanya keistimewaan penampakan aneh tersebut. Saat itu warga merasa biasa saja.  Namun, begitu ada penampakan wajah, maka warga kemudian menamai batu alien kepada batu tersebut. Ihwal nama alien, kata Slamet, itu pun sebenarnya plesetan saja. Warga lokal awalnya menyebut itu adalah batu ‘alihan’ dalam bahasa Jawa. Jika diartikan pada bahasa Indonesia maksudnya adalah batu pindahan dari puncak Merapi yang telah terseret sejauh 7 kilometer hingga sampai kampung Jambu. Keunikan batu itu tak sampai di situ saja. Selain berpenampakan wajah alien, batu itu juga berpenampakan kepala singa. Slamet menunjukkan pada arah sebaliknya wajah alien, batu besar tersebut menampakkan kepala singa. Sama seperti sebelumnya, Slamet menyarankan untuk melihat penampakan itu, lebih baik melalui foto kamera ponsel atau perangkat lainnya.  Hasilnya pun muncul. Saat difoto, penampakan wajah singa terlihat dari arah belakang kepala alien. Pada ujung batu tampak ada hidung dan mulut singa dilengkapi dengan rambut sang raja hutan tersebut. Slamet juga menjelaskan Kali Gendol yang ada di dekat batu alien itu juga terdampak oleh erupsi. Ia mengatakan kedalaman kali yang berisi pasir dan material alami itu awalnya mencapai 90-an meter. Namun, setelah erupsi, kedalaman sungai tinggal 20-50-an meter.

  1. Museum Sisa Hartaku (Volcano merapi). Gunung Merapi pernah meletus dahsyat beberapa tahun silam. Saksi bencana ini masih bisa ditemui traveler di Museum Omahku Memoriku atau Mueseum Sisa Hartaku. Terdapat beberapa destinasi yang kami kunjungi saat Lava Tour Merapi diantaranya adalah Bunker Merapi, Batu Alien dan Museum Omahku Memoriku. Destinasi yang disebutkan paling terakhir adalah yang paling memberikan kesan mendalam bagi kami. Museum yang terletak di bekas Dusun Petung (disebut bekas dusun, karena paska erupsi, warga dilarang untuk kembali menempati dusun ini), Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta ini menjadi saksi bisu dikala Gunung Merapi sedang meluapkan amarahnya. Museum yang dulunya adalah bekas rumah Mbah Lurah Petung ini dapat disaksikan aneka bekas peralatan rumah tangga yang kini ditata dengan rapi. Mulai dari sendok, termos, sepeda motor yang tinggal rangka serta sisa tulang belulang hewan ternak dapat disaksikan disini. Erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 yang memakan banyak korban jiwa manusia, hewan-hewan ternak dan mengubur ratusan rumah. Selama memandu kami, beliau bisa menceritakan secara detail tiap kejadian yang terekam dalam bingkai foto-foto yang terpajang di dinding rumah tak beratap ini. Bagi sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke museum ini, ada satu barang yang menjadi favorit, yaitu jam dinding bekas yang hangus terbakar. Jarum jam menunjukkan saat kejadian awan panas menghanguskan rumah tesebut.

Demikianlah Artikel mengenai 30 Tempat Wisata Jaman Now Di Jogja Yang Lagi Hits, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[bp]

Tags:

tempat wisata hits di jog ,tempat wisata jaman now ,pemandangan indah jaman now ,wisata jogja hits 2018 ,wisata jogja 2018 hits ,Wisata jogja ,wisata jaman now jogja ,wisata jaman now 2018 paling populer ,Wisata hunting jogja 2018 ,wisata hits jogja
30 Tempat Wisata Jaman Now Di Jogja Yang Lagi Hits Tahun 2018 | Daeng Bolang | 4.5
Leave a Reply
IBX5981A64F736A4