Indahnya Kawah Gunung Bromo, Butuh Perjuangan Untuk Mencapai Puncak

Tuesday, July 4th, 2017 - Jawa Timur, Wisata Alam

Indahnya Kawah Gunung Bromo, Butuh Perjuangan Untuk Mencapai Puncak – Sahabat Travelers, pada kesempatan kali ini Berakhir pekan akan share informasi mengenai Kawah Gunung Bromo yang terletak di kawasan taman nasional Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, sebelumnya telah diulas mengenai Penanjakan 2, Pasir Berbisik dan Bukit Teletubbies.

Gunung Bromo dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama dalam agama Hindu, adalah sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Bagi penduduk sekitar Gunung Bromo, suku Tengger, Gunung Bromo / Gunung Brahma dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo dan dilanjutkan ke puncak Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

Perjalanan melalui pintu barat dari arah pasuruan yaitu masuk dari desa Tosari untuk menuju ke pusat objek wisata ( lautan pasir )terbilang berat karena medan yang harus ditempuh tak bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 biasa ini dikarenakan jalan turunan dari penanjakan kearah lautan pasir sangatlah curam, kecuali kita menyewa jip yang disediakan oleh pengelola wisata, jadi wisatawan banyak yang berjalan kaki untuk menuju ke pusat lokasi. Namun apabila kita melalui pintu utara dari arah sebelum masuk probolinggo yaitu pada daerah Tongas, kita akan menuju desa cemoro lawang sebelum turun menuju lautan pasir maka tidaklah terlalu berat dikarenakan turunan dari lerengnya tidaklah terlalu curam sehingga sepeda motor pun dapat melaluinya. Kebanyakan para wisatawan yang ingin mudah mencapai lautan pasir melewati jalur ini. Namun bila anda ingin menyaksikan sunrise yang sering ditampilkan di foto – foto, yang banyak difoto dari puncak penanjakan maka anda lebih praktis melewati jalur pintu barat.

Namun bila anda mempunyai jiwa petualang maka anda dapat mencoba jalur perjalanan yang jarang dilalui wisatawan. Yaitu melalui kota Malang anda masuk melalui kota kecil tumpang kemudian masuk kota pronojiwo lalu akan melalui cagar alam yang sangat indah dari sini anda akan menjumpai pertigaan jalan di mana kearah selatan akan memasuki ranu pane ( kearah gunung semeru ) dan kearah utara anda memasuki lautan pasir bromo yang berada di punggung gunung bromo sebelah selatan. Pertigaan tersebut bernama Jemplang. Perjalanan diawali dengan menuruni bukit yang kemudian disambut dengan padang rumput yang lama kelamaan berganti menjadi lautan pasir. Jalan ini akan mengitari gunung bromo melewati lautan pasir selama kurang lebih 3 jam. Jalur ini sebenarnya tidak terlalu curam dan dapat dilalui sepeda motor, namun memerlukan jiwa petualang karena jalurnya yang masih jarang dilewati dan tidak ada satupun persinggahan maupun rumah penduduk. Kita akan benar- benar disuguhkan dengan perjalanan yang sangat menantang. Namun anda akan diganjar dengan rahasia Bromo yang lain, yang sangat jarang dilihat wisatawan, yaitu padang ruput sabana dan bunga yang sangat luas berada dibalik Gunung Bromo. Sungguh pemandangan yang berkebalikan pada sisi Utaranya yang gersang dan berdebu. Namun perlu diingat, sebaiknya jangan melalui jalur ini pada malam hari dan atau dalam cuaca yang berkabut. Jalur tidak akan terlihat dalam kondidi seperti ini. Lautan pasir adalah andalan wisata dari gunung Bromo, di alam pegunungan yang sejuk, kita dapat melihat padang pasir dan rerumputan yang luas. Sedangkan yang paling ditunggu dari gunung bromo adalah sightview ketika matahari terbit dan terbenam karena memang akan kelihatan jelas sekali dan sangat indah. Walaupun perjalanan ke Bromo sangat berdebu, tetapi tidak terasa, karena keindahan yang disuguhkan benar-benar luar biasa.

Berlibur menuju bromo dapat dibilang praktis bila anda menyukai tipe traveller dan melalui jalur pintu utara. Anda dapat melakukan kunjungan dalam jangka waktu 12 jam saja. tentunya bila anda memulainya dari kota Surabaya, Malang, Jember dan sekitarnya. Perjalanan dapat dimulai dari jam 12 malam sehingga anda akan sampai sekitar pukul 2 – 3 pagi. Di mana anda dapat beristirahat dahulu sebelum melihat sunrise. Penjual makanan dan minuman di areal lautan pasir biasanya sudah buka menjelang pukul 3 pagi, sehingga anda sudah bisa bersiap – siap untuk melakukan pendakian melewati anak tangga puncak bromo yang terkenal itu. nikmatilah pemandangan sampai jam 9 pagi dan anda pun dapat kembali sampai di kota keberangkatan anda sekitar 12 siang. Sebagai catatan, apabila anda melakukan perjalanan diareal lautan pasir ditengah kegelapan malam, sebagai patokan menuju areal parkir sekitar Pura anda dapat melihat patok dari beton yang sengaja diberikan sebagai penunjuk menuju areal pura. Dan apabila anda tersesat jangan panik dan meneruskan perjalanan ( apalagi ditengah kabut tebal ), tunggulah karena biasanya mulai jam 2 – 3 pagi beberapa penunggang kuda sewaan melintas diarea lautan pasir.

Wisata Gunung Bromo selalu memberikan nuansa alam dan memanjakan wisatawan dengan pesona alam yang tiada duanya, banyak sekali spot – spot menarik yang dapat dikunjungi salah satunya adalah Kawah Gunung Bromo. Kawah Bromo merupakan sebuah kawah dari gunung Bromo yang dapat kita lihat secara dekat dari atas puncak gunung Bromo.

Kawah Gunung Bromo banyak wisatawan bilang kawah Bromo ini memiliki garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Gunung Bromo berada di tengah lautan pasir, dan berdekatan dengan gunung batok, Jika dilihat dari atas puncak gunung penanjakan kawah Bromo akan terlihat jelas, karena statusnya masih aktif dan selalu mengeluarkan kepulan asap. Untuk mencapai Kawah Bromo itu sangat mudah sekali, anda dapat memulainya setelah melihat matahari terbit dari puncak penanjakan atau memulainya dari desa Cemoro lawang. Jika dari lokasi parkiran Jeep setelah menikmati matahari terbit, Anda cukup jalan kaki sekitar 2km menuju kawah gunung Bromo, Akan tetapi jika anda merasa melas untuk berjalan kaki anda dapat menunggang kuda dengan melewati Pura Poten Bromo suku Tengger yang biasanya di gunakan untuk perayaan hari raya Yadnya Kasada atau Upacara Kasodo Bromo, setelah tiba di anak tangga yang berjumlah sekitar 250 an, anda di paksa naik untuk mencapai puncak kawah bromo.

Dari Puncak Kawah Gunung Bromo pengunjung akan menyaksikan fenomena gunung Vulkanik yang masih aktif. Dari puncak kawah bromo ini pula pengunjung dapat melihat hamparan lautan pasir yang sangat luas dan melihat Gunung Semeru yang merupakan Gunung tertinggi di Jawa dengan ketinggian 3.676mdpl. Konon menurut legenda dan sejarah gunung Bromo berasal dari letusan gunung Tengger dengan ketinggian 4.000mdpl (Salah satu gunung tertinggi dan terbesar), kemudian terjadi letusan besar dan dahsyat sehingga terciptalah sebuah kaldera besar dan lautan pasir, di tengah kaldera tersebut terdapat sebuah Gunung aktif yang di beri nama Bromo.

Kawah Gunung Bromo bagi masyarakat Suku Tengger adalah tempat terakhir untuk melemparkan persembahan bagi dewa Brahma atau tuhan mereka yaitu Syah hyang widhi wasa. Hal ini dilakukan karena merupakan sebuah tradisi Suku Tengger, tradisi ini bisa dibilang dengan sebuah Upacara Kasodo atau Yadya Kasada. Upacara tersebut dilaksanakan oleh suku tengger semata-mata untuk menghormati leluhur mereka. Selain itu upacara kasodo digunakan sebagai cara mengungkapkan rasa terimakasih dan syukur kepada Tuhan karena sudah diberi hasil panen yang melimpah ruah.

Kawah Bromo adalah salah satu objek wisata bromo yang wajib di kunjungi, karena di Gunung Bromo ini anda bisa melihat secara langsung aktifitas kawah Bromo yang masih aktif. Tidak ada salahnya anda merencanakan liburan anda di jawa Timur khususnya ke Bromo untuk melihat fenemona alam yang begitu luar biasa ini.

Lokasi Kawah Gunung Bromo

  • Desa Podokoyo
  • Kecamatan Tosari
  • Kabupaten Pasuruan
  • Provinsi Jawa Timur
  • KodePos: 67177

Lokasinya dalam Google Maps DISINI

Video Kawah Gunung Bromo

Demikianlah artikel mengenai Indahnya Kawah Gunung Bromo, Butuh Perjuangan Untuk Mencapai Puncak semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[bp]

Tags:

kawah bromo ,kawah br ,kawah bromo nama ,kawah gunung bromo ,puncak kawah bromo
Indahnya Kawah Gunung Bromo, Butuh Perjuangan Untuk Mencapai Puncak | Daeng Bolang | 4.5
Leave a Reply
IBX5981A64F736A4