Kolam Segaran Trowulan, Peninggalan Kerajaan Majapahit Yang Bertuah

Tuesday, July 4th, 2017 - Jawa Timur, Wisata Budaya

Kolam Segaran Trowulan, Peninggalan Kerajaan Majapahit Yang Bertuah – Sahabat Travellers, Kali ini Berkahir Pekan akan berbagi artikel mengenai salah satu peninggalan kerajaan Majapahit di Trowulan Ibukota Kerajaan Imperium Majapahit yang pernah menguasai hampir seluruh Asia Tenggara, ya Namanya Waduk, Telaga atau Kolam Majapahit. Kolam segaran pertama kali ditemukan oleh seoran Belanda, Ir. Marc Lain Pont bekerjasama dengan Bupati Mojokerto pertama yaitu Kromojoyo pada tahun 1926. Sejak ditemukan hingga saat ini, telah beberapa kali dilakukan pemugaran yaitu pada tahun 1966, 1974, dan 1984. Bagi Kabupaten Mojokerto Kolam Segaran merupakan salah satu situs peninggalan Kerajaan Majapahit, yang dituahkan dan dibanggakan masyarakat Trowulan khususnya dan Mojokerto pada umumnya. Nama Kolam Segaran berasal dari bahasa Jawa segara yang berarti laut, mungkin masyarakat setempat mengibaratkan kolam besar ini sebagai miniatur laut. Tembok dan tanggul bata merah mengelilingi kolam yang sekaligus memberi bentuk pada kolam tersebut.Kolam ini memiliki panjang 375 meter, lebar 175 meter, tebal tepian 1,6 meter dengan kedalaman 2,88 meter. Sebagai pembatas, kolam ini menggunakan konstruksi batu bata.

Dan uniknya, batu bata tersebut hanya ditata sedemikian rupa tanpa perekat dan hanya digosok – gosokkan satu sama lain. Saluran air masuk ke kolam ada di bagian tenggara. Sedangkan di sebelah selatan sudut timur laut dinding sisi luar terdapat 2 kolam kecil berhimpitan, sementara di sebelah barat sudut timur terdapat saluran air menembus sisi utara.

Di bagian tenggara terdapat saluran air masuk ke kolam dan saluran air keluar di bagian barat laut. Sumber air kolam berasal dari Balong Bunder dan Balong Dowo yang berada di sebelah selatan dan barat daya kolam. Dan pintu masuknya terletak di sebelah barat, dengan bentuk tangga batu kuno. Selain dari dua sumber air tersebut, air dalam kolam Segaran juga berasal dari air hujan.

Oleh karena itu, kolam tersebut selalu dipenuhi air dengan ketinggian 1,5 hingga 2 meter selama musim penghujan, namun konon kolam ini meskipun terjadi hujan lebat tapi kolam sgaran ini tak pernah banjir atau meluap dan sebaliknya meskipun kola mini di dalam masa kemarau yang panjang tetap saja debit airnya masih ada dan tak pernah kering. Letak Kolam Segaran sekitar 500 meter arah selatan jalan raya Mojokerto – Jombang, dan sekitar 5 meter dari Pusat Purbakala di Mojokerto. Dengan ukuran yang sangat besar itu, kolam yang menjadi salah satu simbol kejayaan Kerajaan Majapahit ini, diakui beberapa ahli anthropologi nasional sebagai kolam kuno terbesar di Indonesia. 0Kisah mistis keberadaan kolam ini, diawali saat pemugaran pertama dengan penemuan bandul jaring, kail pancing dari emas, dan sebuah piring berbahan emas dalam kondisi 60%. Semua penemuan itu tersurat di salah satu dinding Museum Trowulan. Posisinya di sebelah kanan batu Surya Majapahit. Konon, pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit mengadakan pesta besar karena kedatangan duta dari Tiongkok, angkatan perang negeri Tartar. Raja menyuguhkan hidangan dengan perkakas dari emas, mulai nampan, piring sampai sendok. Para tamu puas dan menilai, Majapahit memang negara besar yang patur dihormati. Setelah pesta usai, sebelum para tamu pulang, Hayam Wuruk ingin memperlihatkan kekayaan Kerajaan yang terkenal sebagai negeri gemah ripah loh jinawi. Semua perkakas dari emas itu dibuang ke Kolam Segaran, tempat dimana pesta itu dilangsungkan. Karena benda-benda itu terkubur begitu lama, keberadaannya dikuasai makhluk gaib. Untuk mengangkat harta karun itu bukan persoalan gampang karena harus berhadapan dengan lelembut yang menguasai benda-benda tersebut. Tapi konon menurut cerita dari juru kunci pak Kuntoro di kolam segaran tersebut pada dasar  kolam dulunya dipasangkan jarring, gunanya untuk mengangkat kembali barang-barang yang telah dibuang di kolam segaran tersebut.

Kolam segaran  ini bpada masa Kerajaan Majapahit berfungsi sebagai waduk dan penampung air, yang merupakan wujud kemampuan Kerajaan Majapahit akan teknologi bangunan basah, para ahli memperkirakan kolam ini sama dengan kata ”Telaga” yang disebut dalam kitab Negarakertagama. Selain itu, ada cerita yang menyebutkan bahwa kolam tersebut sering dimanfaatkan para Maharaja Majapahit untuk bercengkerama dengan permaisuri dan para selir kedatonnya. Kolam tersebut juga digunakan Maharaja Hayam Wuruk untuk menjamu tamu agung dari Kerajaan Tiongkok. Fungsi yang lain yaitu untuk tempat bersantai para putri – putri raja, seperti yang telah disebutkan dalam kitab Negarakertagama di pupuh ke 38 yakni Keindahan Bureng: telaga bergumpal air jernih. Kebiru‐biruan,   ditengah: candi  karang  bermekala. Tepinya rumah  berderet,  penuh  pelbagai  ragam  bunga.  Tujuan  para  pelancong   penyerap sari kesenangan)     kolam Segaran juga difungsikan sebagai tempat penggemblengan para ksatria laut Majapahit.

Namun pada masa sekarang kolam ini juga sering digunakan sebagai tempat berwisata untuk para masyarakat sekitar, selain itu kolam ini juga digunakan sebagai tempat untuk menyimpan cadangan air warga setempat dan kolam ini juga berfungsi sebagai tempat irigasi untuk mengairi sawah sawah warga di Trowulan. ini menyimpulkan bahwa, pembuatan kolam Segaran memiliki prioritas utama penunjang perekonomian rakyat, khususnya dibidang pertanian. Itu terbukti dari fungsinya saat ini sebagai waduk pengairan untuk sawah sawah masyarakat sekitarnya, selain itu dalam hari-hari besar keagamaan para pemeluk agama Hindu-budha tempat ini juga biasa digunakan untuk upacara larung saji masyarakat bali yang sengaja melakukan ritual di kolam segaran ini.

Menurut salah seorang warga sekitar yang saya temui beliau bernama pak parto beliau bekerja sebagai pencari ikan di kolam segaran Majapahit, beliau menerangkan bahwa tempat ini juga sering digunakan oleh warga sekitar yang mayoritas beragama islam sebagai tempat diadakan upacara Desa yang biasanya di sebut Ruah Desa, tempat ini pun juga biasanya digunakan sebagai tempat meminta ijin kepada para leluhur jika salah seorang warga mau mengadakan acara pernikahan maupun acara selamatan lainnya, karena kolam segaran ini masih dipercaya mempunyai andil besar terhadap mata pencaharian warga setempat disamping digunakan sebagai pengairan sawah warga( irigasi) juga digunakan sebagai tempat membudidayakan ikan, begitu kata pak parto yang sekaligus beliau juga pernah menemukan seekor ikan yang memiliki keanehan yang lain dari ikan pada umumnya, yaitu ikan ini pada kepalanya berbentuk seperti seekor buaya sedangkan badanya menyerupai badan ikan normal pada umumnya.

Kolam segaran yang bersejarah ini terletak tidak jauh dari jalan raya Jombang – Surabaya. Tepatnya berada tepat di Duk. Trowulan, Des. Trowulan, Kec. Trowulan, Kab. Mojokerto. Akses dari kota Mojokerto tidaklah jauh, hanya berjarak sekitar 12 kilometer perjalanan ke arah tenggara, Anda akan menjumpai Candi Tikus. Tepatnya adalah Anda harus melewati Jl Raya Mojokerto – Jombang, setelah bertemu perempatan Trowulan, Anda harus belok kiri. Kolam segaran berada sekitar 500 meter dari Jl Raya Mojokerto – Jombang.

Apabila dari Arah Nganjuk atau Jombang dan sekitarnya, Anda akan melewati peterongan lanjut ke Mojoagung kemudian Anda akan bertemu Gapura pembatas Andara Kota Jombang dan Mojokerto, berarti Anda sudah masuk wilayah Trowulan, kemudian lurus saja sedikit Anda akan menjumpai perempatan Trowulan. Dari perempatan Trowulan Anda harus belok kanan kemudian dan sampailah.

Tidak jauh dari kolam segaran terdapat pula sebuah museum yang merupakan tempat penemuan – penemuan barang antik peninggalan kerajaan Majapahit. Di museum Anda juga bisa belajar akan sejarah Majapahit dan di museum itu pula Anda dapat menemukan peta yang merupakan peta untuk menuju ke Candi – Candi yang ada di wilayah Trowulan Tersebut. Awal mula ditemukan kolam segaran ini adalah pada tahun 1926, itu pun masih dalam keadaan teruruk tanah, hampir tidak kelihatan. Penemu dari kolam tersebut adalah arsitek berdarakan warga Negara belanda yang memiliki nama Ir. Henri Maclaine Pront, masyarakat trowulan sendiri tidak menyadari kalau ada kolam disitu. Kemudian kolam dilakukan pemugaran pada tahun 1966, namun pemugaran yang dilakukan hanya sekedarnya saja, belum keseluruan. Di tahun 1974 barulah team melakukan pemugaran secara total dan waktu pemugaran koloam cukup lama sekali yaitu 10 tahun.

Belum diketahui secara pasti fungsi dari kolam peninggalan kerajaan Majapahit ini, tapi menurut masyarakat sekitar ini merupakan kolam untuk menjamu atau sebagai tempat rekreasi para tamu. Cerita rakyat mengatakan itu merupakan tempat pembuangan piring, sendok, mangkuk dan gelas usai para tamu selasai menggunakan, konon itu merupakan peralatan makan yang terbuat dari emas. Dilakukan seperti itu karena kerajaan majapahit ingin menunjukkan ke tamu akan kayanya kerajaan Majapahit ini. Namun apabila dianalisa secara logika kolam ini diduga sebagai waduk untuk mengairi sawah – sawah sekitar. Kenapa seperti itu karena ada salular – saluran air yang masuk dan keluar yang menuju ke kolam tersebut. Sementara ada peneliti lain mengatakan kolam segaran ini difungsikan untuk menambah kelembaban Kerajaan Majapahit supaya menjadi sejuk. Dengan berdirinya kolam segaran ini menunjukkan bahwa Kerajaan Majapahit merupakan Kerajaan yang baik dalam beradaptasi dengan lingkungan.

Seperti yang ada dikitab Negarakertagama Pupuh VII:5.3. kolam segaran diperkirakan merupakan Telaga, itulah kata para arkeologi. Bahkan mitos mengatakan Kolam tersebut digunakan Patih Gajah Mada sebagai tempat menggambleng pasukannya. Kolam Segaran merupakan kolam kuno terbesar di Indonesia, Kolam segaran memiliki panjang 375 M, lebar 175 m. sedangkan untuk tebal dinding mencapai 1.60 m dan kedalaman 2.88 m. Kolam Segaran ini dibuat oleh tumpukan batu bata tanpa ada lem, untuk menghubungkan batu satu dengan yang lain yaitu dengan cara digosokkan satu dengan yang lain sampai rata. Meskipun musim panas air kolam ini tidak bisa habis atau kering. Selain untuk berwisata, warga sekitar memanfaatkan kolam ini sebagai area memancing. Biarpun setiap hari dipanjing, ikan dari Kolam Segaran tidak akan habis, bahkan beberapa waktu lalu ditemukan ikan yang berkepala buaya.

Lokasi Kolam Segaran Majapahit

  • Dukuh Trowulan
  • Desa Trowulan
  • Kecamatan Trowulan
  • Kota Mojokerto
  • Provinsi Jawa Timur
  • KodePos: 67177

Lokasinya dalam Google Maps DISINI

Video Kolam Segaran Majapahit

Demikianlah artikel mengenai Kolam Segaran Trowulan, Peninggalan Kerajaan Majapahit Yang Bertuah semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[bp]

Tags:

kolam segaran ,cerita legenda ikan sendang segaran trowulan ,tiket kolam segaran ,sejarah kolam segaran ,segaran mojokerto ,peninggalan kolam kerajaan majapahit ,kolam segaran peninggalan majapahit ,kolam segara ,fungsi kolam segaran ,trik mancing di kolam segaran trowula
Kolam Segaran Trowulan, Peninggalan Kerajaan Majapahit Yang Bertuah | Daeng Bolang | 4.5
Leave a Reply
IBX5981A64F736A4