Makam Latenri Tatta Arung Palakka di Bonto Biraeng Gowa

Monday, March 26th, 2018 - Sulsel, Wisata Budaya

Makam Latenri Tatta Arung Palakka di Bonto Biraeng Gowa – Nama Arung Palakka bagi warga Bone, Sulawesi Selatan merupakan sosok raja yang dihormati dan dikagumi. Karena sosok Arung Palakka yang menjadikan Suku Bugis sebagai kekuatan maritim besar di abad ke 17 di wilayah Perairan Makassar.

Arung Palakka adalah Sultan Bone yang menjabat pada tahun 1672-1696. Saat masih berkedudukan sebagai pangeran, dia memimpin rakyat meraih kemerdekaan dari Kesultanan Gowa pada 1666. Arung Palakka bergelar La Tan-ri Tatta To’ Urong To-ri Sompi Patta Malampei Gammana Daeng Serang To’ Appatunru Paduka Sri Sultan Sa’ad ud-din, mengacu pada ejaan huruf lontara. Adapun pelafalan yang tepat adalah La Tenritatta To Unru To-ri SompaE Petta MalampeE Gemme’na Daeng Serang To’ Appatunru Paduka Sultan Sa’adduddin.

Salah satu pusaka peninggalan Arung Palakka yaitu Keris (La Makkawa) Tappi Tatarapeng karena seluruh hulu dan sarungnya berlapis emas. Pada zamannya pusaka ini dipergunakan oleh Arung Palakka dalam setiap pertempuran melawan musuh kerajaan. Pusaka ini memiliki sifat ketajaman serta sangat berbisa, sehingga sekali tergores (terluka) sekejap waktu akan meninggal atau dalam bahasa Bugis disebut Makkawa. Pusaka ini juga merupakan salah satu perlengkapan resmi dalam upacara pelantikan dan pengangkatan Raja-Raja Bone. Selain keris ada juga Kalewang (La Tea Riduni) Alameng yang hulunya berlapis emas dan dihiasi intan permata. Konon pusaka ini selalu dikebumikan bersama Raja yang mangkat. Namun setiap kali itupun memunculkan diri di atas makam yang diliputi cahaya terang benderang.

Sehingga atas kejadian ini, maka pusaka ini disebut La Tea Ri Duni (yang tidak berkenan untuk dikebumikan). Pusaka ini kemudian disimpan dan mendapat pemeliharaan, serta dipergunakan sebagai perlengkapan resmi dalam upacara Pelantikan dan Pengangkatan Raja-Raja Bone. Selain Kelewang ada juga tombak (La Salaga). Merupakan sebuah Tombak yang pegangannya dekat mata tombak dihiasi emas. Tombak ini merupakan simbol kehadiran Raja. Selain itu Arung Palakka memiliki payung pusaka Kerajaan Bone hadiah dari Kerajaan Pariaman, yang merupakan wujud sikap persaudaraan antara dua kerajaan. Pusaka ini menjadi suatu alat perlengkapan resmi pengangkatan dan pelantikan raja-raja hingga Raja Bone terakhir. Tongkat payung mempunyai tinggi 18 ruas yang terbuat dari emas. Daun payung bermahkotakan emas, dikelilingi 11 anting emas; meliputi 72 helai jari-jari yang dilengkapi dengan 71 buah anting-anting kecil serta 57 buah anting besar yang terbuat dari emas. Pada kain payung, tampak dihiasi dengan dua susun lilitan rantai emas, sebagai tanda kesatuan persaudaraan antara Kerajaan Bone dan Kerajaan Pariaman. Arung Palakka juga memiliki selempang emas berbentuk rantai-rantai yang berukuran besar dengan jumlah 63 potongan dengan panjang 1,77 meter dengan berat seluruhnya mencapai 5 kg. Pada ujungnya tergantung dua buah medali emas bertuliskan bahasa Belanda sebagai tanda penghormatan kerajaan Belanda kepada Arung Palakka Raja Bone ke-15. Selempang emas ini merupakan Pusaka Kerajaan Bone yang juga hadiah dari Raja Pariaman. Pusaka ini kemudian menjadi perlengkapan resmi dalam upacara pelantikan dan penobatan Raja-Raja Bone.

Makam Arung Palakka berada di Kelurahan yang sama dengan Makam Sultan Hasanudddin, yaitu di Katanga, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Letak Makam Arung Palakka berada sekitar 200 meter dari tepi jalan raya, melewati sebuah jalan mendaki ke atas yang agak sempit yang langsung menuju ke arah makam. Makam Arung PalakkaMakam Arung Palakka pada gerbang masuk yang terkunci ketika kami tiba. Memenuhi permintaan kami, seorang pria paruh baya melompati pagar makam untuk memberitahu penjaga Makam Arung Palakka tentang kedatangan kami. Beberapa menit kemudian, seorang wanita muncul dan tanpa bertanya ia pun segera mengurai gembok, membuka pintu pagar, dan mempersilahkan kami untuk masuk ke dalam kompleks makam. Makam Arung PalakkaMakam Arung Palakka adalah yang berada di sebelah kanan, di dalam cungkup kubah. Harum bunga dan setanggi tercium kuat di dalam ruangan yang licin dan mengkilap ini.

Arung Palakka lahir pada hari Jumat, 15 September 1635, di sebuah desa yang bernama Lamotto, Mario-ri Wawo, Soppeng, dan meninggal di Bontoala, 6 April 1696. Ayahnya bernama Lapattobune Aru Tana Tengga dan ibunya bernama We Tennisui, yang adalah puteri Raja Bone XII. Arung Palakka pernah hidup dan menjadi seorang jagoan yang ditakuti dan malang melintang di Batavia sejak tahun 1660-an, saat ia bersama pengikutnya melarikan diri dari kekuasaan Sultan Hasanuddin di Makassar. Oleh VOC ia diberi daerah di pinggiran Kali Angke, hingga ia disebut To Angke atau orang Angke.

Arung Palakka kemudian membangun persekutuan rahasia dengan Cornelis Janszoon Speelman dan seorang pria yang berasal dari Pulau Manipa, Ambon, bernama Kapiten Jonker. Mereka memegang kendali atas VOC, termasuk monopoli perdagangan emas dan hasil bumi.

Arung Palakka adalah orang yang memimpin penaklukan Sumatra dan menghancurkan perlawanan rakyat Minangkabau terhadap VOC. Kisahnya berawal pada tahun 1662, ketika dibuat Perjanjian Painan antara VOC dengan pemimpin Minangkabau di Padang yang bertujuan memonopoli perdagangan di pesisir Sumatera, termasuk monopoli emas Salido.

Namun rakyat Minangkabau marah dan mengamuk pada tahun 1666, menewaskan Jacob Gruys, perwakilan VOC di Padang. Arung Palakka pun dikirim VOC ke Minangkabau, dan bersama pasukannya ia berhasil mematahkan perlawanan rakyat Minangkabau dan menaklukkan seluruh pantai barat Sumatera, serta memutus hubungan antara Minangkabau dengan Aceh.

Bersama Arung Palakka, Speelman menghancurkan Benteng Sombaopu milik Kerajaan Gowa dan lalu menguasai perdagangan di Indonesia timur, khususnya jalur rempah- rempah Maluku. Speelman akhirnya berhasil menjadi Gubernur Jenderal VOC pada tahun 1681.

Sedangkan Kapiten Jonker adalah orang yang berhasil menangkap Trunojoyo dan mematahkan perlawanan para pengikutnya.

Namun kejayaan selamanya selalu dekat dengan kehancuran. Seorang perwira asal Perancis bernama Isaac declornay de Saint Martin, berhasil mengungkap korupsi yang dilakukan Speelman sehingga ia dicopot dari jabatannya sebagai Gubernur Jenderal.

Isaac pun mempengaruhi Gubernur Jenderal Champuys untuk segera menyingkirkan Kapiten Jonker. Daerah kekuasaan Kapiten Jonker di Pejonkeran Marunda pun dikepung dan diserbu. Kapiten Jonker terbunuh, kepalanya dipancung dan dipamerkan kepada khalayak ramai. Para pengikutnya juga dibunuh, dan keluarganya diasingkan ke Colombo dan Afrika.

Makam Arung PalakkaMakam Arung Palakka dengan bentuk makam di kompleks yang mengingatkan saya pada bentuk Makam Raja-Raja Tallo di pinggiran kota Makassar, meskipun jenis dan bentuk Makam Raja-Raja Tallo tampak lebih beragam.

Makam Arung PalakkaMakam Arung Palakka berada dalam satu kompleks dengan tempat dimana disemayamkan tubuh dari mertua Sultan Hasanuddin.

Makam Arung PalakkaMakam Arung Palakka pada sisi lain dari makam yang ada di dalam kompleks yang cukup luas ini.

Makam Arung PalakkaMakam Arung Palakka ini terasa agak panas, karena terlihat hanya ada beberapa pohon berukuran relatif kecil yang tidak mampu melindungi pengunjung dari sengat matahari yang terik dan kering.

Makam Arung PalakkaMakam Arung Palakka menjadi pengingat bahwa baik Arung Palakka maupun Sultan Hasanuddin telah melakukan apa yang mereka pikir terbaik bagi rakyat dan wilayahnya masing-masing. Sayang sekali bahwa waktu telah membuat mereka berada di seberang jalan yang berbeda. Namun waktu juga bisa memberi ruang yang cukup bagi keturunan mereka untuk belajar dari konflik yang pernah terjadi, untuk mengubur luka lama, untuk lebih bijak, dan untuk bersatu membangun kehidupan masa depan yang lebih baik.

Letak Makam Arung Palakka

Jalan Bonto Biraeng, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 90221 Tepatnya Bisa di cek DISINI

Video Arung Palakka

Demikianlah Artikel mengenai Makam Latenri Tatta Arung Palakka di Bonto Biraeng Gowa, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[bp]

Makam Latenri Tatta Arung Palakka di Bonto Biraeng Gowa | Daeng Bolang | 4.5
Leave a Reply
IBX5981A64F736A4