Patung Selamat Datang Bundaran HI, Icon Jakarta Yang Menyambut Kedatanganmu

Monday, January 1st, 2018 - Jakarta, Wisata Budaya

Patung Selamat Datang Bundaran HI, Icon Jakarta Yang Menyambut Kedatanganmu – Selain Monas, Istiqlal, TMII dan Lobang Buaya, salah satu yang wajib anda kunjungi adalah patung selamat datang. Patung Atau Monumen Selamat Datang adalah sebuah monumen yang terletak di tengah Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Indonesia. Monumen ini berupa patung sepasang manusia yang sedang menggenggam bunga dan melambaikan tangan. Patung tersebut menghadap ke utara yang berarti mereka menyambut orang-orang yang datang dari arah Monumen Nasional. Pada tahun 1962, Jakarta menyambut tamu-tamu kenegaraan di Bundaran Hotel Indonesia. Ketika itu, Presiden Sukarno membangun Monumen Selamat Datang dalam rangka Asian Games IV yang diadakan di Jakarta. Para atlet dan ofisial menginap di Hotel Indonesia dan bertanding di komplek olahraga Ikada, sekarang komplek Gelora Bung Karno, Senayan. Stadion Senayan pada saat itu adalah stadion terbesar di Asia Tenggara yang mampu menampung 120.000 penonton. Ide pembuatan patung ini berasal dari Presiden Sukarno dan rancangan awalnya dikerjakan oleh Henk Ngantung yang pada saat itu merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Tinggi patung perunggu ini dari kepala sampai kaki 5 m, sedangkan tinggi seluruhnya dari kaki hingga tangan yang melambai adalah +-7 m, dan tinggi kaki patung adalah 10 m. Pelaksana pembuatan patung ini adalah tim pematung Keluarga Arca pimpinan Edhi Sunarso di Karangwuni. Pada saat pembuatannya, Presiden Sukarno didampingi Duta Besar Amerika Serikat, Howard P. Jones beserta para menteri sempat berkunjung ke sanggar Edhi Sunarso. Pembuatan patung ini memakan waktu sekitar satu tahun. Monumen Selamat Datang kemudian diresmikan oleh Sukarno pada tahun 1962.

Monumen Selamat Datang terletak di pusat Bundaran Hotel Indonesia atau Bundaran HI. Dinamakan demikian karena letaknya yang dekat dengan Hotel Indonesia. Ejaan lain yang diterima adalah Bunderan HI, yaitu bahasa yang lebih dekat dengan Bahasa Jawa-Betawi, dialek yang lebih dekat dengan identitas Jakarta. Bundaran ini terletak di tengah persimpangan jalan M.H. Thamrin dengan Jalan Imam Bonjol, Jalan Sutan Syahrir, dan Jalan Kebon Kacang. Pada tahun 2002, Bundaran Hotel Indonesia direstorasi oleh PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama dengan penambahan air mancur baru, desain kolam baru, dan pencahayaan. Setelah era reformasi, Bundaran HI menjadi tempat populer untuk melakukan aksi demonstrasi. Setiap hari minggu pagi, saat dilaksanakan Jakarta Car free day, bundaran ini dipenuhi oleh orang yang berolahraga, bersepeda, maupun pedagang kaki lima. Selain Patung Dirgantara atau Patung Pancoran, karya tersohor dari Almarhum Edhi Sunarso lainnya adalah Patung Selamat Datang. Patung tersebut berada tepat di tengah Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.

Ide pembuatan monumen ini berawal pada tahun 1959 saat Almarhum Edhi Sunarso dipanggil Presiden Soekarno. Saat itu, Edhi diminta untuk membuat patung Selamat Datang untuk menyambut pagelaran Asean Games IV yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 1962. Rancangan awal pembuatan patung dikerjakan oleh Wakil Gubenur DKI Jakarta Henk Ngantung. Rencananya, para atlet dan official akan menginap di Hotel Indonesia selama kegiatan Asean Games berlangsung. Mereka akan bertanding di kompleks olahraga Ikada, saat ini bernama kompleks Gelora Bung Karno. Untuk menyambut mereka, Bung Karno memiliki ide pembuatan patung tersebut. Edhi lantas diberi waktu Bung Karno untuk memikirkan proyek tersebut selama lima hari. Edhi akhirnya menyanggupi pembuatan patung Selamat Datang yang dibuat dari bahan perunggu cor itu setelah mendapat dukungan dan bantuan dari teman-temannya yakni eks Brigade 17 dan eks pegawai PJKA yang ahli mengecor. Tinggi patung dari kepala sampai kaki adalah 5 m. Sedangkan tinggi keseluruhan dari kaki hingga tangan yang melambai adalah 7 m, dan tinggi kaki patung adalah 10 m.

Patung tersebut selesai dikerjakan dalam kurun waktu satu tahun pengerjaan. Monumen Selamat Datang kemudian diresmikan oleh Bung Karno pada 1962. Beberapa waktu lalu, para pengendara motor Ibukota Jakarta dihebohkan oleh kebijakan baru dari Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang melarang sepeda motor melintas sepanjang Bundaran Hotel Indonesia hingga Jalan Medan Merdeka Barat. Kebijakan itu baru akan diuji coba pada tanggal 17 Desember mendatang. Berkaitan dengan hal itu, tahukah Anda sejarah berdirinya Monumen Selamat Datang yang terlihat kokoh di Bundaran Hotel Indonesia itu?Warga Jakarta pasti tahu Bundaran Hotel Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Bundaran HI. Tempat perhelatan berbagai peristiwa ini pernah berperan penting dalam sejarah Indonesia di mata dunia.

Ambil beberapa langkah mundur hingga tahun 1962, di mana pada tahun itu Monumen Selamat Datang selesai dibangun. Monumen ini juga dikenal dengan sebutan Tugu Selamat Datang. Tugu Selamat Datang dibangun dalam rangka persiapan penyelenggaraan Asian Games VI di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Maksud dan tujuannya ialah untuk menyambut tamu dan para olahragawan yang tiba di Jakarta dalam rangka pesta olahraga tersebut. Sebagai tuan rumah, bangsa Indonesia ingin menjamu tamunya dengan ramah sesuai dengan ciri budaya masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai keramahan dan sopan santun. Ide pembuatan Monumen Selamat Datang merupakan gagasan dari Presiden RI Pertama, Ir. Soekarno. Rancangan awal dikerjakan oleh Henk Ngantung, yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Patung terdiri dari dua pemuda-pemudi yang sedang melambaikan tangan dan membawa buket bunga. Patung tersebut menghadap ke utara, yang berarti mereka menyambut orang-orang yang datang dari arah Monumen Nasional. Tinggi patung perunggu ini dari kepala sampai kaki 5 meter, sedangkan tinggi seluruhnya dari kaki hingga tangan yang melambai adalah kurang lebih 7 meter, dan tinggi kaki patung adalah 10 meter. Pelaksana pembuatan patung ini adalah tim pematung Keluarga Arca pimpinan Edhi Sunarso di Karangwuni. Pada saat pembuatannya, Presiden Soekarno didampingi Duta Besar Amerika Serikat, Howard P. Jones beserta para menteri sempat berkunjung ke sanggar Edhi Sunarso. Pembuatan patung ini memakan waktu sekitar satu tahun. Monumen Selamat Datang kemudian diresmikan oleh Ir. Soekarno pada tahun 1962. Pada tahun 2002, Bundaran HI direstorasi oleh PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama dengan penambahan air mancur baru, desain kolam baru, dan pencahayaan. Setelah era reformasi, Bundaran HI menjadi tempat populer untuk melakukan aksi demonstrasi. Selain itu, setiap hari Minggu pagi, saat dilaksanakan Jakarta Car Free Day, Bundaran HI dipenuhi oleh orang yang berolahraga, bersepeda, maupun pedagang kaki lima. Monumen Selamat Datang terletak di pusat Bundaran HI. Tepatnya di persimpangan jalan M.H. Thamrin dengan Jalan Imam Bonjol, Jalan Sutan Syahrir dan Jalan Kebon Kacang. Untuk menjangkaunya, Anda dapat menggunakan bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota, turun di halte bundaran HI.

Letak Patung Selamat Datang Jakarta

Alamat: Kebon Melati, RT.1/RW.5, Menteng, RT.1/RW.5, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310, letaknya DISINI.

Video Patung Selamat Datang Jakarta

Demikianlah Artikel mengenai Patung Selamat Datang, Icon Jakarta Yang Menyambut Kedatanganmu, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[bp]

Patung Selamat Datang Bundaran HI, Icon Jakarta Yang Menyambut Kedatanganmu | Daeng Bolang | 4.5
Leave a Reply
IBX5981A64F736A4